oleh

Fraksi BPP Minta Pemkot Baubau Seriusi Permasalahan Pelayanan Kesehatan Dan Air Bersih

Ketua Fraksi Bintang Perjuangan Pembangunan (BPP) DPRD Baubau, Muhamad Yumardin Haeruddin, WKM, M.Kes

BETOAMBARI, sulawesimpi.com_Ketua Fraksi Bintang Perjuangan Pembangunan (BPP) DPRD Baubau, Muhamad Yumardin Haeruddin, SKM, M.Kes, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau untuk menseriusi penanganan permasalahan dibidang pelayanan kesehatan dab pemenuhan air bersih masyarakat.

Hal ini ditegaskannya dalam rapat paripurna DPRD Baubau dengan agenda penyampaian pemandangan umum fraksi terhadap Raperda tentang APBD Baubau TA 2020, Kamis (14/11) malam, diruang sidang paripurna Kantor DPRD Baubau, Simpang Lima Palagimata, Kecamatan Betoambari.

“Fraksi BPP meminta Pemkot Baubau untuk menseriusi mengangani BLUD RSUD yang menjadi wajah pelayanan kesehatan di kota ini. Dan juga pemenuhan air beraih masyarakat,” tegasnya.

Dalam pandangan terhadap RAPBD Baubau TA 2020, Fraksi BPP mengungkapkan kebijakan belanja daerah kepada setiap OPD harus berdasarkan prinsip money follows program dengan cara memastikan hanya program yang benar-benar bermanfaat yang dialokasikan dan bukan sekedar karena tugas fungsi OPD yang bersangkutan.

“Fraksi BPP menekankan agar pengalokasikan jumlah anggaran harus sesuai dengan kebutuhan riil, dan mempertimbangkan kemampuan untuk merealisasikan program kegiatan yang direncanakan,” ungkap Yumardin.

Yumardin menuturkan ada beberapa hal yang
harus menjadi perhatian Pemkot Baubau terkait kinerja BLUD RSUD Baubau, yakni terkait tunggakan BPJS dan penyelesaian masalah Citiscan.

“Fraksi BPP meminta Pemkot Baubau, dalam hal ini Direksi BLUD RSUD Baubah, untuk mencari solusi kreatif atas tunggakan BPJS yang telah menunggak kurang lebih 7 bulan dimana hal ini telah berpengaruh pada pengelolaan rumah sakit,” tegasnya.

Terkait permasalahan Citiscan, Fraksi BPP menilai hal tersebut sangat berdampak terhadap pendapatan rumah sakit.

“Tidak seriusnya manajemen rumah sakit dalam penyelesaian masalah citiscan yang sudah berlarut bertahun-tahun telah berdampak pada hilangnya pendapatan rumah sakit. Sehingga menguntungkan rumah sakit swasta dan memperlihatkan ketidakpedulian pemberian pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya lagi.

Fraksi BPP juga meminta Direktur BLUD RSUD Baubau untuk memperhatikan rasio pegawai dengan beban kerja setiap poli, dan meningkatkan kapasitas perawat.

“Hal ini bertujuan agar dapat memberikan pelayanan terbaik seperti pada ICU, poli, jantung dan lainnya. Serta memfungsikan badan pengawas, utamanya dalam kebijakan anggaran, dan mematuhi segala peraturan yang pernah dibuat oleh Pemkot Baubau yang mengatur tentang BLUD,” tuturnya.

Selain itu, Fraksi BPP juga menghimbau kepada pihak terkait dibidang pelayanan kesehatan untuk menjalankan segala rekomendasi tim akreditasi.

“Kepada pihak terkait dibidang pelayanan kesehatan kami menghimbau agar menjalankan segala rekomendasi tim akreditasi. Karena pada bulan Desember mendatang Tim akreditasi akan datang kembali guna memantau tindak lanjut,” himbaunya.

Sehubungan dengan pelayanan pemenuhan air bersih masyarakat, Fraksi BPP berharap Pemkot Baubau menangani secara serius dan sesegera mungkin melaksanakan fit and proper test agar PDAM dipimpin direksi definitif yang berkompeten.

Sementara itu, Yumardin juga menambahkan bahwa dalam pendanaan pembangunan harus ditunaikan dengan pemenuhan kebutuhan dasar secara bertahap dan berkesinambungan berupa penyediaan fasilitas yang layak. Utamanya pada bidang pendidikan, kesehatan, infrasturktur jalan dan air bersih dan infrastruktur dasar lainnya.

“Termasuk menyediakan fasilitas yang layak dan meningkatkan kualitas pemberian layanan yang menjadi sumber pendapatan asli daerah,” tambahnya.

Terhadap penganggaran pembiayaan daerah dengan mencermati perealisasian pada tahun anggaran sebelumnya, Fraksi BPP berpandangan bahwa harus lebih cermat dan realistis dalam memprediksi penerimaan pembiayaan.

“Penganggaran pembiayaan daerah harus lebih cermat dan realistis dalam memprediksi penerimaan pembiayaan,” tandasnya.

Rapat paripurna yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Baubau, H. Zahari, SE, kelima fraksi yang ada, yakni Fraksi Golkar Nasdem (GN), Fraksi Amanat Kebangkitan Berkarya (AKB), Fraksi Gerindra Sejahtera (GS), dan Fraksi Bintang Perjuangan Pembangunan (BPP), serta Fraksi Hanura Perindo (HP), menyatakan menerima RAPBD tersebut dengan beberapa catatan.(dewi)

Editor: dewi

Bagikan :