oleh

Pelayanan Poli Di BLUD RSUD Baubau Hanya Dua Jam

BAUBAU, SULAWESI.MPI_Pelayanan kesehatan masyarakat di Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Baubau hanya diberlakukan selama dua jam saja.

Bila sebelumnya waktu pelayanan kesehatan dibuka sejak pukul 08.00 Wita hingga pukul 14.00 Wita, terhitung sejak Senin (02/12) hingga waktu yang tidak ditentukan, pelayanan kesehatan dibuka sejak pukul 10.00 hingga pukul 12.00 Wita.

Pemangkasan waktu pelayanan yang berlaku diseluruh poli pelayanan kesehatan yang ada merupakan aksi protes para dokter, perawat, staf medis, petugas laboratorium dan seluruh pegawai BLUD RSUD atas mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Direktur BLUD RSUD Baubau, dr. Nuraeni Djawa.

Para dokter dan pegawai BLUD RSUD Baubau sebelumnya pada Kamis (28/11) mengajukan dalam mosi tidak percaya dalam bentuk surat pernyataan yang menuntut Walikota Baubau untuk mencopot dr. Nuraeni dari jabatannya. Dan memberikan waktu 3×24 jam, untuk memenuhi tuntutan tersebut.

Apabila tuntutan tersebut tak diindahkan hingga waktu yang diberikan, para dokter dan pegawai BLUD RSUD menegaskan akan melakukan penurunan standar pelayanan.

Terkait pemangkasan waktu pelayanan, Direktur BLUD RSUD Baubau, dr. Nuraeni, meyayangkan aksi pemangkasan waktu pelayanan yang dilakukan oleh seluruh jajarannya.

Menurutnya, aksi pemangkasan waktu pelayanan kesehatan seharusnya tidak boleh dilakukan.

“Menurut saya, seharusnya tidak boleh seperti itu. Sebaiknya kita menerima saran dari pemerintah untuk membentuk tim,” ungkapnya melalui sambungan whatsapp, Senin (02/12).

Terkait tuntunan pengunduran dirinya sebagai Direktur BLUD RSUD Baubau, ia mengatakan bahwa ia siap untuk mengundurkan diri.

“Secara pribadi saya siap untuk mengundurkan diri. Tetapi itu, lagi-lagi ada pimpinan tertinggi, dalam hal ini Walikota Baubau, untuk memutuskan terkait hal tersebut,” tandasnya.

Perlu diketahui, terkait mosi tidak percaya atas kepemimpinan dr. Nuraeni yang diajukan oleh para dokter dan pegawai BLUD RSUD Baubau, Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau telah menggelar mediasi untuk mencari jalan keluar atas persoalan yang sedang dihadapi BLUD RSUD Baubau saat ini.

Dalam mediasi yang digelar diruang rapat BLUD RSUD Baubau, Pemkot Baubau memutuskan akan membentuk tim monitoring dan evaluasi (Monev) guna menelusuri pangkal persoalan yang ada.

Namun, meskipun telah digelar mediasi, para dokter dan pegawai BLUD RSUD Baubau tetap menjalankan penurunan standar pelayanan sesuai dengan tuntutan yang diajukan.

dr. Lukman, selaku juru bicara para dokter dan pegawai BLUD RSUD Baubau, menegaskan penurunan standar pelayanan sesuai kesepakatan awal.

“Persoalan yang ada bukan hanya persoalan IDI, namun persoalan seluruh unsur rumah sakit. Sehingga sesuai kesepakatan awal kami dalam mosi tidak percaya yang diajukan, penurunan standar pelayanan tetap diberlakukan hingga tuntutan kami dipenuhi,” tandasnya.(dewi)

Editor: dewi

Bagikan :