Sandar Dipelabuhan Tangkian, KRI Banda Aceh Jadi Perhatian Warga

Bagikan :

Kapal perang Republik Indonesia tipe Landing Platform Dock, KRI Banda Aceh, Kamis (06/12), akhirnya sandar di pelabuhan Desa Tangkian, Kecamatan Kintom, Kabupaten Banggai.

KRI Banda Aceh merupakan salah satu kapal perang yang turut menghadiri kegiatan Hari Nusantara (Harnus) 2018 yang digelar di Kabupaten Banggai.

Kedatangan KRI Banda Aceh sontak menjadi pusat perhatian warga. Ratusan warga ramai mengunjungi pelabuhan Desa Tangkian untuk melihat langsung sambil mengabadikan kapal perang tersebut.

KRI Banda Aceh merupakan kapal perang dengan panjang 120 meter ini memiliki kapasitas angkut total sebanyak 344 personel, tiga unit helikopter jenis Mi-2/Bel 412 di deck dan dua di hangar, dua unit LCVP, tiga unit howitzer dan 21 tank.

Dengan panjang hingga 120 meter lebar kapal ini membuat warga Tangkian betah berlama-lama untuk melihat-lihat kapal tersebut. Banyak warga yang sengaja mandi untuk bisa lebih dekat dengan lambung kapal KRI Banda Aceh.

Kapal KRI Banda Aceh dirancang secara khusus untuk mampu dipasang senjata 100 mm dan dilengkapi dengan ruang CIC untuk sistem kendali senjata (Fire Control System) yang memungkinkan kapal mampu melaksanakan self defence dengan komunikasi kapal ke kapal kombatan untuk melindungi pendaratan pasukan dan kendaraan taktis serta tempur untuk pengendalian pendaratan helikopter.

Kapal dibangun dengan kelas Loyd Register + 100A1 dan menggunakan konstruksi lambung ganda (double bottom). Untuk memudahkan manuver, kapal dilengkapi bow thruster yang berfungsi memecah gelombang.

Untuk mengoperasikan kapal, mesin dapat dioperasikan dari ruang kontrol dan bisa langsung dari ruang mesin, serta dilengkapi peralatan rumah sakit darurat dan bisa difungsikan untuk pertolongan pertama.

Kapal LPD 125 meter tersebut didesain untuk memenuhi tugas operasi TNI AL, di antaranya untuk Landing Craft Carrier, yakni Landing Craft Unit 23 m, pendaratan pasukan, operasi amfibi, tank carrier, combat vehicle 22 unit, tactical vehicle 13 unit, total embarkasi 507 personel termasuk troop carrier 354 troop, kru, tamu, dan officer.

Selain itu, operasi kemanusiaan dan penanggulangan bencana, serta mampu berlayar selama 30 hari secara terus-menerus .

Namun jangan salah, KRI Banda Aceh merupakan salah satu jenis kapal perang republik Indonesia bertipe Landing Platform Dock yang pembuatannya dilakukan PT PAL di Surabaya dan mulai beroperasi Maret 2011.

Rencanya, KRI Banda Aceh akan berada di pelabuhan Tangkian hingga tanggal 13 Desember bertepatan dengan hari Nusantara yang akan berlangsung di pelabuhan Tangkian.(dewi/transsulawesi)

Foto: Muh

Bagikan :