Banjir Aceh tenggara Diduga akibat maraknya illegal logging

Bagikan :

Kutacane – Bencana banjir bandang melanda sejumlah Desa di Kabupaten Aceh Tenggara sejak beberapa bulan terakhir diduga akibat maraknya illegal logging di daerah itu, sehingga pihak terkait diminta untuk menghentikannya.

Buktinya, tujuh Penghulu (kepala desa) di Kecamatan Lawe Bulan tanggal 3 Desember 2018 melalui surat nomor 141/209/2018 meminta Camat Zahrul Akmal SSTP untuk menyurati dinas terkait agar dapat mengklarifiasi dugaan illegal loging yang terjadi di tujuh Kute (Kampung).

Yakni, Kute Lawe Kinge, Kute Tenembak Juhar, Kute Kampung Nangka, Kute kutambaru, Kute Lawe kulok, kute Kandang Mbelang Mandiri dan Kute Lawe Sagu Hulu.

Kemudian, dalam surat yang ditanda tangani 7 (tujuh) penghulu kute yang diperoleh wartawan Sabtu (15/12) tertulis, bahwa bencana banjir bandang yang terjadi di beberapa tempat di Kabupaten Aceh Tenggara belakangan ini terjadi diduga akibat oleh indikasi illegal logging.

Karena saat banjir bandang melanda selalu membawa turun material berupa kayu-kayuan dan batu-batu besar. Hal ini disebabkan tidak adanya pertahanan kayu (pohon) lagi di hutan. kata Penghulu sebagaimana surat tersebut

Menyikapi surat penghulu tersebut, Camat Lawe Bulan, Zahrul Akmal SSTP pada tanggal 10 Desember 2018 menyurati Dinas Pertanian Aceh Tenggara dan Dinas Lingkungan hidup Kabupaten Aceh Tenggara.

Surat yang tembusannya kepada Bupati Aceh Tenggara, ketua DPRK Aceh Tenggara, Inspektur Aceh Tenggara, Kapolsek Lawe bulan dan Danpos Ramil Lawe bulan, meminta dinas terkait menurunkan tim untuk klarifikasi dugaan illegal loging.

“Berkenaan dengan surat tujuh Penghulu tersebut, kami mohon bantuan dinas terkait dapat menurunkan tim untuk mengklarifikasi dugaan illegal logging yang terjadi di pegunungan dalam wilayah kecamatan Lawe bulan,” pinta Camat Zahrul Akmal menyikapi surat penghulu kute.

(Mahyuddin)

Bagikan :