Sidang KKEP Polres Buol, Briptu AMN Direkomendasikan PTDH

Bagikan :

BUOL, mediapatriot co.id_Wakapolres Buol, Kompol H. Amir, SH, MM, memimpin langsung sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri (KKEP) personil Polres Buol,  Senin (17/12), bertempat di Aula Rupatama Wirasatya Polres Buol.

Dalam sidang kode etik ini, perangkat sidang terdiri dari Wakapolres sebagai Ketua Komisi; Kabag Sumda, AKP Nana Taryana S.Sos sebagai Wakil Ketua Komisi; Kapolsek Biau, Iptu Muriyanto, SH sebagai Anggota Komisi; Pembina Sulle Ta’bi, SH dan Brigpol I Made Indra sebagai pendamping.

Dan juga Kasie Propam, IPTU Abd Haib Hajir dan Brigpol Romi Kadadia, S.Ip sebagai Penuntut, serta Briptu Hardi Bawantu dan Bripda Imron Fauzi sebagai Sekretaris Komisi.

Tujuh personil yang melaksanakan sidang KKEP terdiri Brigpol IT, Brigpol MD, Briptu SM, Briptu AR, Briptu AMN, Bripda AS dan Bripda K.

Dari putusan sidang ini, enam Personil yang melanggar dinyatakan sebagai perbuatan tercela, yakni Brigpol IT, Brigpol MD, Briptu SM, Briptu AR, Bripda AS dan Bripda K.

Sedangkan Briptu AMN dengan putusan sidang rekomendasi Pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH).

Enam personel yang dinyatakan melakukan perbuatan tercela berkewajiban untuk meminta maaf secara lisan dihadapan Sidang KKEP dan atau secara tertulis kepada pimpinan Polri dan pihak yang di rugikan, serta mengikuti pembinaan mental kepribadian, kejiwaan, keagamaan dan pengetahuan profesi selama 1 ( satu ) bulan.

Kapolres Buol, AKBP Budi Priyanto, S.I.K, M.Si, melalui Kasie Propam, IPTU Abd Haib Hajir, menegaskan pelaksanaan sidang KKEP ini bertujuan untuk memberikan kepastian hukum kepada para personil yang melanggar.

Ia juga menambahkan, sidang tersebut juga sebagai efek jera agar menjadi pelajaran untuk tidak mengulangi lagi perbuatanya yang akan merugikan diri sendiri, keluarga serta Institusi.

“Pelaksanaan sidang KKEP ini untuk menekan dan memberikan efek jera kepada pelanggar yang bertujuan agar hak-hak personil kembali seperti sebelum melanggar. Kami sebagai penuntut bukan merupakan kebanggaan menghukum anggota, akan tetapi memberikan pelajaran agar tidak melakukan lagi pelanggaran,” pungkasnya.(dewi)

Foto: humas polres buol

Bagikan :