Pesan Natal : SIAPA ORANG YANG PERCAYA?

Bagikan :

Oleh: Brigjen Pol (Purn) V. E. Simanjuntak
(Mantan Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Mabes Polri)

Yohanes 14:6 (TB) Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”

Dunia berserta isinya diciptakan dari yang tidak ada menjadi ada. Semua itu diciptakan dengan kuasa firman yang melampaui segala
akal manusia. Artinya bahwa pada mulanya dunia beserta isinya adalah Firman, yang berfirman adalah Allah.

Kejadian 1:3 (TB) Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi. Semua bisa nyata karena firman Allah, karena firman itu adalah
Allah sendiri.

Bandingkan dengan Yohanes 1:1 (TB) Pada
mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.

Firman itu telah menjadi manusia, Allah yang kekal itu menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus. Yohanes 10:30 (TB) “Aku dan
Bapa adalah satu”.

Sebagai manusia, Dia makan, minum dan
bersosialisasi. Namun dia dapat membuat berbagai mujizat, seperti menyembuhkan berbagai penyakit, membangkitkan orang mati bahkan mengampuni dosa yang hanya dapat dilakukan Allah.

Jadi kemanusiaan dan keilahian ada dan berpadu didalam diri-Nya. Oleh kuasa Firman-Nya dunia beserta isinya diciptakan. Dia yang maha kuasa itu telah merendahkan diri-Nya untuk masuk kedalam kehidupan kemanusiaan dengan segala keterbatasan dari pengalaman manusia dan diam diantara manusia itu.

Dia datang ke dunia ini melalui kelahiran bayi karena Roh Kudus, bukan hasil hubungan biologis manusia.

Hal inilah yang menjadi batu sandungan bagi beberapa oknum yang merasa bijak dan
pandai sehingga mempertanyakan atau bahkan merendahkan kekudusan bayi dalam diri Yesus Kristus, mereka mengukur.

Kuasa Allah dengan ukuran pengetahuan manusia dengan keterbatasannya, mereka lupa bahwa Allah adalah yang punya
kerajaan dan kuasa dan kemuliaan. Dia menciptakan dunia ini dengan segala isinya hanya dengan berfirman, apalagi hanya
datang kedunia dalam bayi kudus dalam Yesus Kristus?

Sebagai manusia ciptaan Allah mereka harus merenungkan apa yang tertulis dalam Amsal 3:7 (TB), “Janganlah engkau menganggap
dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan”.

Dan Roma 12:16 (TB), “Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama, janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai!”

Setiap orang harus menyadari bahwa kepandaian, kecerdasan yang mereka miliki tidak berarti menghadapi dunia yang penuh
dengan godaan, sedang manusia rapuh, lemah dan penuh keterbatasan, yang membuatnya berada dalam kuasa dosa, tidak
bisa tidak berdosa.

1 Yohanes 1:8, 10 (TB), “Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam kita. Kita tahu bahwa upah dosa ialah maut”.

(Roma 6:23), “orang berdosa tidak dapat datang kepada Allah, sebab Allah itu Kudus”;

1 Petrus 1:16 (TB) “sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus”.

Dosa telah berkuasa di dunia sejak Adam berdosa, untuk menghapus dosa itu, Allah memberikan Hukum dan Ketetapan kepada bangsa israel, yang disebut Hukum Taurat. Pengampunan dosa dalam hukum taurat dilakukan dengan mempersembahkan darah domba jantan yang tidak bercacat sebagai korban penghapus dosa, pelaksanaannya hanya dilakukan oleh imam yang ditunjuk. (baca imamat 4:1-35 dan imamat 5:1-13).

Namun persembahan korban ini tidak dapat membenarkan mereka yang melakukannya. Alkitab membuktikan dalam Roma 3:20 (TB) “Sebab tidak seorang pun yang dapat dibenarkan dihadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh
hukum Taurat orang mengenal dosa”.

Apakah itu berarti bahwa tidak satupun manusia yang dapat datang kepada Allah karena kuasa dosa?

Tentu tidak. Orang yang percaya akan beroleh hidup yang kekal karena kasih karunia Allah dalam Yesus Kristus.

Yohanes 3:16 (TB) “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal,
supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Jadi hidup yang kekal itu adalah kasih karunia, tidak diperoleh melalui Hukum Taurat. Didalam hukum Taurat hanya terdapat
bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri.

Karena itu dengan korban yang sama, yang setiap tahun terus-menerus dipersembahkan, hukum Taurat tidak mungkin menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian didalamnya.

(Ibrani 10:1), sebab keselamatan yang sebenarnya ada dalam diri Yesus Kristus yang telah lahir bagi kita. Ia datang dan
memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang “jauh” dan damai sejahtera kepada mereka yang “dekat”.

(Efesus 2:17), dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan
diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.

(Kolose 1:20). Bukan karena persembahan korban oleh imam-imam besar yang setiap hari di persembahkan sesuai hukum taurat
yang membuat manusia diselamatkan, tetapi oleh darah salib Kristus kita dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya, darah-Nya pada kayu salib membuat Ia mencapai kesempurnaan-Nya. Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya, Ia menggenapi hukum taurat agar orang percaya di benarkan.

Roma 10:4 (TB) Sebab Kristus adalah
kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya.

Apakah cukup hanya dengan percaya untuk dibenarkan dan beroleh keselamatan?. Kita harus memahami iblis juga percaya bahwa Yesus Kristus adalah Juruselamat dan Allah yang hidup, tetapi tidak mengasihi Yesus dan tidak menuruti firman-Nya.

Yesus Kristus berkata; Yohanes 14:23-24 (TB) Jawab Yesus: “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia. Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku, tentu tidak cukup hanya percaya.

Yang disebut orang yang percaya adalah siapapun yang mengasihi Yesus dan menuruti firman-Nya.

Apa tandanya orang percaya?. Yaitu seseorang mengasihi-Nya?.

1 Yohanes 5:3 (TB) Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat, apakah perintah-Nya itu?

Yohanes 1:6 (TB) Dan
inilah kasih itu, yaitu bahwa kita harus hidup menurut perintah-Nya. Dan inilah perintah itu, yaitu bahwa kamu harus hidup di dalam kasih, sebagaimana telah kamu dengar dari mulanya.

Perintah-Nya adalah agar kita hidup dalam kasih. Karena kasih adalah hukum yang terutama. Dengan mengasihi kita telah
melakukan hukum taurat dan kitab para nabi.

Matius 22:37-40 (TB), Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

Oleh karena itulah kasih merupakan
kegenapan hukum taurat.

Roma 13:10 (TB), Kasih tidak berbuat
jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.

Melakukan kasih tidak semudah mengatakannya. Diperlukan iman yang kuat sebagai dasar pendorong, kekuatan iman menjadi dasar membuat orang percaya dan melahirkan kasih dalam perbuatan nyata. Sehingga kita berpengharapan untuk dibenarkan dan beroleh hidup yang kekal.

Ibrani 11:1 (TB, Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Maka ketika dalam bacaan Alkitab diatas Yesus mengatakan “Akulah jalan”, artinya bukan salah satu jalan, tetapi hanya satu-satunya jalan. Karena hanya dengan darah YESUS KRISTUS di kayu salib kita di benarkan. Karena Dialah Kebenaran, sehingga kita dapat datang kepada Allah untuk beroleh hidup yang kekal. Agar Yesus Kristus menjadi jalan yang membenarkan kita oleh darah-Nya di kayu salib, itulah iman orang percaya.

Saudaraku terkasih, Pesan Natal bagi kita adalah, bahwa hari ini kita kembali menyambut kedatangan bayi kudus yang menjadi menjadi juru selamat bagi orang percaya.

Yang disebut orang yang percaya adalah mereka yang mengasihi-Nya dan menuruti
firman-Nya, wujud dari mengasihi-Nya adalah ketika kita mampu saling mengasihi dengan sesama seperti mengasihi diri sendiri, saling mengasi ini menjadi perintah baru dari Yesus Kristus.

Yohanes 13:34 (TB) Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.

Diantara sekian banyak wujud kasih dalam perbuatan nyata. Diantaranya seperti tertulis dalam Yakobus 1:27 (TB), Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah,
Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.

Selamat Hari Natal 25 Desember 2018. Semoga Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, senantiasa memelihara hati dan pikiran kita dan keluarga dalam Kristus Yesus.(adm)

Bagikan :