Tanpa Surat Izin Pabrik Pengolahan Tahu Nekat Beroperasi

Bagikan :
Bogor ,MPI – Maraknya pendirian Pabrik dan Usaha baik usaha Peternakan Maupun usaha lainya di wilayah Kecamatan Tenjo Kabupaten Bogor, disinyalir mengabaikan soal perijinan dan tidak mengantongi izin Lingkungan maupun izin Usaha. Perusahaan yang tidak berijin diantaranya adalah Pabrik tahu yang berada di Kp. Nangerang RT 05/03 Desa Cilaku Kecamatan Tenjo, ijin usahanya sudah kadaluwarsa, Senin (07/01).
Warga mulai mengeluhkan tentang keberadaan Pabrik pembuatan Tahu yang membuat warga tidak nyaman karena kondisi jalan yang perlahan menjadi rusak karena dari Mobil yang mengangkut air dan kebutuhan pabrik tersebut.
Salah satu warga yang tinggal di lintasan jalan dan enggan disebutkan namanya mengungkapkan, jika mobil yang kerap digunakan untuk pengangkut Air dan lainnya yang digunakan untuk keperluan pembuatan maupun pengolahan tahu tersebut mengakibatkan kondisi jalan yang mulai rusak sehingga membuat kami terkadang tidak nyaman saat melintasinya dan itu yang kadang kami keluhkan kepada pihak Desa Cilaku,” ungkapnya “.
Saat awak media mendatangi Pabrik Tahu tersebut untuk konfirmasi tentang keluhan dari Masyarakat, Ijin lingkungan dan ijin produksi telah kadaluwarsa dan belum diperpanjang, sedangkan air untuk pengolahan berasal dari Objeck Wisata Setu Singabangsa serta pembuangan limbah di kucurkan ke aliran sungai melalui pipa paralon besar berukuran empat inc langsung kesungai yang ada disampingnya.
“Saya mendapat ijin dari kepala Desa setempat untuk membuang limbah pabrik langsung kembali dan soal perijinan biasanya diselesaikan dan diajukan oleh ketua RT setempat dan saya juga membayar kewajiban bulanan , membantu dan memberikan sumbangan jika ada acara diarea pabrik serta selalu memberikan tahu kepada warga jika lebaran” Ungkap Pemilik Pabrik Tahu tersebut.
Terkait perizinan Pabrik tahu tersebut sama sekali tidak mengantongi izin, karena izin lingkungan sudah habis pada tahun 2018 lalu dan disinyalir Pabrik tahu tersebut di beking oleh salah satu oknum Wartawan dari salah satu surat kabar, sehingga pabrik tersebut nekad beroperasi walau tidak mengantongi ijin.(Galih)
Bagikan :