Babinsa Koramil Cisolok Bantu Pulihkan Ketakutan Pelajar Korban Bencana

SUKABUMI – Komandan Kodim 0622/ Kabupaten Sukabumi, Letkol Inf. Haris Sukarman, memerintahkan Danramil 2201/ Cisolok dan jajaran. Untuk tetap berada di lokasi bencana, membantu Warga. Terutama membantu pemulihan rasa takut atau Trauma Healing anak -anak korban bencana.

Komandan Koramil Cisolok, melalui Bintara Pembina Desa (Babinsa) Serda. Lubis, membantu para pelajar SD Negeri Cimapag dan SMPN 3 Satu Atap Cimapag. Memulihkan rasa takut akibat dampak bencana, kemarin.

“Hari pertama masuk Sekolah,setelah hampir sepekan tidak ada aktifitas belajar, kami membantu mereka mengembalikan semangat dan rasa percaya diri mereka, “tegas Lubis. “Kami berupaya membantu mereka di dalam kelas, memberikan motivasi dan menumbuhkan kembali rasa percaya diri mereka, imbuhnya.

Sementara Wakil Kepala SMPN 3 Satu Atal Cimapag, Asep Supriaman, menyebutkan. Ada 3 orang Siswanya yang meninggal dunia akibat musibah longsor di Kampung Garehong, Desa Sinarresmi, Kecamatan Cisolok. Diantaranya, Rita (15) Siswi Kelas 9,Ecih (15) Kelas 9 dan Elniawati (14) Siswi kelas 8. Adapun menurut Wakil Kepala SDN Cimapag, Enjuh Juendi, ada 2 orang Siswa nya yang menjadi korban. Yaitu, Linawti (13) Siswi kelas 6 dan Andra Maulana (8) Siswa kelas 1,sebutnya. Tidak hanya turut berduka yang di ucapkan para siswa yang hadir pada hari pertama masuk sekolah, pasca bencana, kemarin. Sejumlah komponen juga melakukan upaya therapy pemulihan rasa takut kepada para siswa. Sebagai mana di lakukan Jajaran Babinsa Desa Sibarresmi dan Bansa jajaran di Koramil Cisolok.
Berdasarkan pantauan di lapangan, bencana yang terjadi Senin (31/12) lalu. Telah memporak-porandakan Perkampungan Garehong Rt 05/04,yang di huni oleh 28 Kepala Keluarga, 100 jiwa. Longsoran dari atas perbukitan Gunung Surandil, telah mengubur rumah-rumah dan harta benda mereka. Dan menimbulkan 33 korban jiwa, yang terevakuasi dan terindentifikasi sebanyak 32 jiwa, satu di antaranya, jasadnya tidak berhasil di ketemukan ini. Menyisakan sejumlah persoalan yang maha berat bagi para korban selamat, terutama bagi para anak yang kehilangan orang tuanya. (Sopandi) **

Bagikan :