Diduga Salahgunakan Wewenang, Bupati Tolitoli Dilaporkan Ke Polda Sulteng

Bagikan :

PALU SULAWESI TENGAH, mediapatriot.co.id_Bupati Tolitoli, Moh. Saleh Bantilan alias Alex, dilaporkan ke Reskrimsus Polda Sulteng oleh Koalisi Rakyat Anti Korupsi (KRAK) Sulawesi Tengah (Sulteng), Jumat (08/02), atas dugaan penyalahgunaan wewenang.

Dalam laporan tersebut tak hanya Bupati Alex seorang yang dilaporkan, namun juga beberapa pihak lainnya, yakni Antony Surianto, Direktur PT Prima Tambang Indonesia (PTI), serta dua pejabat teras pemerintah daerah (pemda) Tolitoli lainnya.

Bupati Alex dan Antony dilaporkan mengusul dugaan penyalahgunaan wewenang dan eksplorasi pertambangan illegal di Desa Oyom, kecamatan Lampasio, sekitar 20 km dari kota Tolitoli, yang akibatnya merugikan perekonomian negara.

Sekretaris KRAK Sulteng, Abdul Salam Adam kepada wartawan mengatakan yakin Bupati Tolitoli terlibat dalam kasus tersebut.

”Kami meyakini pak Bupati terlibat dengan dugaan penyalahgunaan wewenang, dimana dia telah mengeluarkan surat yang melegitimasi PT. PTI untuk melakukan aktivitas eksplorasi dikawasan tambang itu,” ungkap Abdul Salam seraya menambahkan pihaknya juga telah menyerahkan sejumlah alat bukti dan dokumentasi guna menguatkan laporan mereka.

Dikatakan, setelah menerima laporan, Dir Reskrimsus Polda Sulteng itu langsung berikan disposisi ke Subdit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) untuk penanganan lebih lanjut.

”Tadi langsung ada disposisi dari Dir Reskrimsus, lalu diteruskan ke Subdit Tipiter untuk penanganan lanjut. Dan menurut kami kasus ini agak unik, karena selain terindikasi pelanggaran UU Minerba, juga bisa saja dalam penanganannya akan terungkap juga pelanggaran UU Pemberantas Tipikor, karena ada fakta penyalahgunaan wewenang yang terindikasi suap serta merugikan perekonomian negara,” ujar Abdul Salam.

Berkaca pada kasus sebelumnya, maka terhadap laporan kali ini, Abdul Salam berharap agar Polda Sulteng serius lakukan penegakan hukum terhadap kasus ini, mengingat selama ini Bupati Alex selalu berada dalam isu korupsi, namun selalu pula lolos dari jerat hukum.

Sebagaimana diketahui, kawasan tambang di desa Oyom itu memang menyimpan potensi emas dan batuan berharga yang cukup menggiurkan. Makanya, perusahaan yang masuk kesitu, seperti PT. PTI bukanlah perusahaan ecek-ecek.

Perusahaan Antony yang berkantor di Graha BIP Lt. 11 jalan Gatot Subroto Kav 23 Jakarta itu, merupakan suatu koorporasi yang terdiri dari beberapa pemegang saham, seperti PT. Sam Telekomunikasi Utama, PT.Pada Investama serta PT.Nusa Bangun Insani Jaya.

Terungkap pula, bahwa dalam melakukan eksplorasi, perusahaan ini hanya mengantongi Ijin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi yang sudah habis masa berlakunya, terhitung sejak 4 Januari 2015.

Adapun kegiatan eksplorasi, perusahaan ini hanya bermodalkan Surat Bupati Tolitoli Nomor 100/1961/ABK, tertanggal 08 oktober 2018, perihal pelaksanaan Pengambilan Sampel Batuan PT.Prima Tambang Indonesia. Dan disinitulah terjadinya penyalahgunaan wewenang yang diduga kuat dilakukan Bupati Tolitoli itu.

Sebagaimana sering santer diberitakan, kasus dugaan korupsi yang diduga melibatkan Bupati Alex, penegak hukum selalu berada dalam tantangan besar.

“Sudah jadi rahasia umum bahwa pak Alex kerap berada dalam lingkaran isu korupsi, namun selalu saja lolos dari jerat hukum, karena memang beliau sangat lihai,” ungkap sumber terpercaya.

Ditambahkan sumber tadi, sebutlah misalnya kasus korupsi Gernas kakao tahun 2013 yang merugikan negara sekitar Rp.6,6 Millia, dimana saat itu salah seorang terdakwa kadis perkebunan mengungkapkan kalau Bupati Alex ikut juga menilep uang sebesar satu milyar dalam bentuk travel cek dari rekanan proyek Gernas itu.

Pengakuan terdakwa tersebut terungkap dalam persidangan di PN Tipikor Palu. Dan fakta persidangan itu telah dilansir pula Antara Sulteng, kamis (16/3/2017) dengan judul “Bupati Tolitoli Saleh Bantilan Disebut Terima Dana Korupsi Gernas Kakao Satu Miliar”.

Sebagai lembaga anti korupsi yang merupakan gabungan sejumlah NGO di Sulteng, KRAK Sulteng sudah banyak menerima laporan terkait sepak terjang Bupati Tolitoli dalam pusaran kasus korupsi.

“Saat ini kami juga sedang rampungkan pemberkasan laporan dua kasus dugaan korupsi yang lagi-lagi ditengarai melibatkan Bupati Tolitoli itu. Berkas yang akan kami laporkan dalam waktu dekat ini adalah terkait dugaan korupsi perjalanan dinas Bupati Alex, dan dugaan keterlibatannya dalam bagi-bagi proyek sarana kesehatan, berikut proyek rumah sakit Malala di Kecamatan Dondo, tahun anggaran 2017”, kunci sekretaris KRAK. (np/din)

Sumber : harian nuansa pos

Bagikan :