Memberantas Jurnalis Abal – Abal

Bagikan :

Diskusi Publik pada hari ini yang bertema ” Berantas Jurnalis Abal – Abal ” dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan terutama kalangan wartawan di Jabodetabek. Senin 11/02/2019.

Sebagai Pembicara Ketua Dewan PERS Yosep Adi Prasetyo, dari POLRI Irjen Pol. M. Iqbal, dari Kementerian Info dan Komunikasi Ferdinandus Setu, dari Perhumas Heri Rahmadi.

Penulis yang hadir mewakili MediaPATRIOT.CO.ID diberikan kesempatan bertanya, menanyakan mengapa dalam berbagai pemberitaan kesannya bahwa media yang belum terverifikasi atau wartawan yang medianya belum terverifikasi Dewan Pers adalah media abal – abal ?…

Jawaban Ketua Dewan PERS dengan lugas dan tegas, mengatakan bahwa media yang belum berbadan hukum adalah bukan produk PERS yang bisa melakukan kontrol sosial karena dalam Undang Undang jelas perusahaan Pers di Indonesia harus berbadan hukum. Adapun bagi yang belum terverifikasi agar bisa melengkapi persyaratan semuanya.

Menanggapi banyaknya wartawan abal-abal Irjen Pol. M. Iqbal mengatakan untuk menertibkan jurnalis atau wartawan abal-abal terutama yang meresahkan masyarakat kepolisian melakukan perbaikan atau upaya persuasif kepada Dewan PERS dan Kementerian Informasi dan Komunikasi.

Menurut Iqbal proses hukum harus ditegakkan terutama dengan persyaratan bahwa media masa wajib memiliki badan hukum dan wartawan juha harus memiliki kompetensi yang memadai dan memiliki dan mengikuti.kode etik jurnalistik.

Terkait wartawan online abal abal yang tersangkut hukum menurut Ferdinandus Setu yang mewakili kementerian Informasi dan komunikasi mengatakan kami menjerat dengan Undang Undang IT pasal 27, 28 dan 29 karena untuk media online adalah penyelenggara sistim elektronik.

Menurut Heri Rahmadi dari Perhumas menanggapi banyaknya wartawan abal – abal mengatakan kasihan kepada perusahaan Pers yang benar – benar perusahaan Pers karena tingkat kepercayaan terhadap lembaga Jurnalis jadi berkurang karena ulah wartawan abal – abal tersebut.

Bagikan :