PN Sekayu Gelar Sidang Sengketa Lahan H Rabik,Ini Kata Kuasa Hukumnya 

Bagikan :

MUBA,MPI – Pengadilan Negeri (PN) Sekayu gelar sidang pembacaan Replik antara H Rabik dengan Bapak Amaruddin selaku Penggugat terkait sengketa lahan,Selasa (12/02).

Berkaitan dengan gugatan sengketa lahan yang di layangkan oleh Amarudin terhadap klien kami H Rabik, kuasa hukumnya Jon Heri, SH dan Rekannya “mengatakan bahwa hal tersebut adalah hak mereka sebagai warga negara dan kami tidak bisa melarangnya,”Kata Jon Heri,SH saat ditemui di Pengadilan Negeri Sekayu.

Tapi kami menangapi peryataan Kuasa Hukumnya Bapak Amarudin. Rico Roberto,SH. dan Alek Pander, SH yang menyatakan bahwa jawaban atas gugatannya klien kami tidak berdasarkan hukum, biarlah hakim yang memberikan putusan nanti karena kami merasa yakin bahwa tanah yang di kuasai oleh klien kami H Rabik benar-benar milikya berdasarkan surat SPH yang miliknya Nomor 593/92/II/2008.

Dan kami rasa, “menurut keterangan klien kami ini perbuatan yang berulang- ulang bisa dikatakan perbuatan (Ne Biss In Idem). perlu kami perjelaskan bahwa objek tersebut sudah mempunyai kekuatan hukum mengikat atau INKRA yang di menangkan klien kami berdasarkan berita acara eksekusi Nomor 03/BA/PDT.EKS/2008/PN.SKY Tanggal 18 juni 2008 dan bukti ini kami hadirkan dalam persidangan yang membuktikan Bahwa Klien kami pemilik yang sah berdasarkan Hukum,”Jelasnya

Terkait tanggapan Kuasa Hukum Rabik, Rico Roberto, SH mengatakan “bahwa apa yang didalilkan oleh kami bukan merupakan dalil yang mengada-ada atau merupakan telah sesuai dengan keyakinan Hukum kami selaku praktisi Hukum dalam hal ini disebut sebagai “Advokat” dan juga Apapun yg kami dalilkan, nantinya akan siap kami pertanggung jawabkan berdasarkan alat bukti pendukung yang akan kami sampaikan di Persidangan,” Katanya.

Ia menambahkan “Bahwa apabila Tergugat “merasa-rasa”, maka kami meyakini dengan betul bahwasannya Tergugat tidak konsisten terhadap apa yang di dalilkan dalam Jawabannya, Logika Hukumnya jika Tergugat mengatakan gugatan Penggugat adalah suatu hal tindakan yang di ulang (Ne Bis In Idem) seharusnya tergugat konsisten saja dengan hasil-hasil putusan pengadilan terdahulu baik mengenai ukuran dan lokasi objek sengketa. Karena uraian hasil putusan pengadilan terdahulu sangatlah berbeda dengan gugatan yang disampaikan oleh Kami, baik ukuran objek tanah maupun letak objek tanah. Hal tersebut semakin menguatkan keyakinan kami bahwa tergugat sangat berkeinginan untuk menguasai tanah atau lahan milik Penggugat yang di kuasai oleh Penggungat,”Tambahnya

Sementara Alex Pander,SH menerangkan “Bahwa berdasarkan ukuran tanah SPH tergugat Nomor 593/92/II/2008, adalah +- 11.000 Meter persegi sedangkan ukuran tanah yang telah di putus oleh Pengadilan Negeri Sekayu terdahulu adalah 20.000 Meter Persegi. Dan letak objek tanah yang telah di putus dalam putusan PN sekayu terdahulu adalah terletak di RT 12 /RW 15, sedangkan objek tanah atau lahan milik Penggugat yang ingin dikuasai Tergugat terletak di RT 16/RW 05 Kelurahan Soak Baru Kecamatan Sekayu,”Jelasnya

Alex juga menjelaskan “untuk selanjutnya Silahkan saja jika pihak tergugat berbicara tentang Eksekusi atau apapun lainnya, tetapi kenyataan secara De Dacto nya tanah atau lahan milik Penggugat tidak pernah sama sekali di Eksekusi oleh Instansi atau lembaga manapun,”Pungkasnya
Bagikan :