HYU : “Copot Segera Sekda Provinsi Papua Dan Ganti Dengan OAP…!”

Bagikan :

Mediapatriot.co.id — Jakarta — Demikian pernyataan Hendrik Yance Udam yang dikenal dengan HYU selaku Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Rakyat Cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia (DPN Gercin-NKRI) dalam keterangan persnya yang diterima Redaksi, di Jakarta, Jumat Malam, (22/02/2019).

“Kami mengapresiasi kinerja Polda Metro Jaya yang telah menetapkan Sekda Provinsi Papua Titus Emanuel Adopehan Hery Dosinaen S.IP.M.KP sebagai tersangka dalam dugaan pemukulan terhadap oknum pegawai Komisi Pemberatasan
Korupsi ( KPK ) di Hotel Borobudur. Kerja profesional yang
dilakukan oleh Polda Metro Jaya adalah
merupakan bagian dari pada gerak cepat dalam penanganan kasus tersebut yang sudah menjadi viral baik di media massa maupun media sosial dan tentu sudah mendapatkan soroton publik Indonesia.” ujar HYU.

“Untuk itu kami meminta agar supaya Polda Metro Jaya segera ‘menahan’ Sekda Provinsi Papua Titus Emanuel Adopehan Hery Dosinaen S.IP.M.KP karena sudah ditetapkan sebagai tersangka serta kami juga meminta kepada jajaran Imigrasi
supaya ‘mencekal” Sekda Papua jika akan bepergian ke luar negeri.
Hal ini harus dilakukan agar supaya terdapat efek jera bagi ASN (Aparatur Sipil Negara) untuk tidak emosional dalam menyelesaikan persoalan serta tidak
main hakim sendiri dengan melakukan pemukulan.” harap Hendrik.

“Bapak Menteri Dalam Negeri seyogyanya juga segera mengambil sikap tegas atas penetapan Sekda Papua oleh Polda Metro Jaya sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemukulan terhadap oknum KPK di Hotel Borobudur beberapa hari yang lalu
dan menggantikan Sekda Papua kepada orang yang berkompeten dalam pengelolahan pemerintahan yang ada di Papua.
Sikap tidak terpuji yang dilakukan oleh Sekda Provinsi Papua Titus Emanuel Adopehan Hery Dosinaen S.IP.M.KP itu adalah merupakan contoh yang buruk bagi ASN yang ada di Papua khususnya dan ASN yang ada di seluruh indonesia dan sikap kurang terpuji tersebut tidak usah
ditiru oleh para ASN yang ada di seluruh Indonesia.” tutur Hendrik.

“Kami juga mendesak pengacara pemerintah Provinsi Papua yaitu bung Stefanus Roy Rening untuk segera mengungkapkan ke publik siapa oknum yang ada di dalam rombongan Gubernur Papua yang diduga bekerja sama dengan KPK dalam kasus tersebut.
Sebab kalau pengacara pemerintah Provinsi Papua tidak bisa menyebutkan oknum dalam rombongan yang bekerja sama dengan KPK yang membocorkan rapat
di Hotel Borobudur maka kami dapat menduga bahwa pengacara menyebarkan berita HOAX dan melakukan fitnah politik serta mencari kambing hitam dalam kasus tersebut.” pinta HYU.

“Kami tantang pengacara pemerintah Provinsi Papua yaitu Bung Stefanus Roy Rening untuk menyebutkan siapa oknum tersebut yang dimaksud sehingga publik papua bisa mengetahui hal tersebut.” pungkas Hendrik. (fri)

Bagikan :