Ketua BNPB Letjen TNI Doni Monardo : Kembalikan DAS Citarum Pada Peradabannya.

Bagikan :

Momentum satu tahun Citarum Harum, ditandai dengan peluncuran buku ” Kembalikan Citarum Harum “, pada Seminar Nasional dan Bedah Buku dengan tema Sinergitas Penta Helix Merawat Alam dan Mitigasi Bencana, di Ballroom Grand Asrilia Bandung Jumat (22/02),

Kegiatan yang digelar bersama oleh BNPB, Kodam III Siliwangi, dan Citarum Institute ini, kembali menggugah niat baik kita semua untuk merawat kesadaran, dan pentingnya berfikir bagi ikhtiar pengurangan bencana, yang saat ini harus menjadi fokus perhatian bersama.

Seminar nasional yang dibagi menjadi tiga sesi, menghadirkan tiga pembicara utama, yakni Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo, Deputi 4 Kemenko Maritim Safri Burhanuddin, dan Gubernur Jawa Barat selaku Dansatgas Citarum Ridwan Kamil.

Turut hadir dalam acara Seminar Nasional, Kasdam III/Slw, para Dansektor Citarum, TB Haeru Rahayu, Citarum Institute, Dini Dewi H, Utusan BPBD Provinsi Jawa Tengah, FKPPI, Penggiat Lingkungan.

” Jawa Barat merupakan Supermarket nya bencana, semua potensi bencana ada di Jawa Barat, seperti Gunung api, Banyaknya Patahan mulai dari Lembang, Sukabumi, Garut yang sukar diprediksi, Potensi Tsunami serta Puting beliung”, Demikian disampaikan Ketua BNPB Letjen TNI Doni Monardo dalam sambutannya.

” Tanam lah pohon, karena pohon sudah banyak menyelamatkan manusia, tapi harus memperhitungkan daerah serta jenis tanaman yang akan ditanam”, Tambah Doni Monardo.

” Saat ini kita harus bersyukur, para pakar sudah semakin canggih, perlu sebuah cara untuk selesaikan masalah, banyak yang ingin melihat langsung Sucses Stori dari Citarum harum, dan program ini akan diikuti oleh beberapa daerah”, Ungkap Ketua BNPB.

Masih menurut Doni, ” Mari kita bergandengan Tangan, saling mendukung agar Indonesia Emas bisa kita raih, kita harus kembali ke alam, merawat alam, karena kalau kita jaga alam maka alam akan jaga kita”, Pungkas Letjen TNI Doni Monardo.

Ditempat yang sama Dini Dewi Heniarti mengatakan, bahwa masalah lingkungan dengan segala keruwetannya, harus diselesaikan bersama,” Dengan segala aspek keruwetannya sangat memerlukan energi yang besar, sudah banyak penggiat lingkungan memberikan kontribusinya, dan hal yang paling penting adalah pembangunan budaya hukum”, Tandas Dini Dewi yang ikut berperan aktif dari awal perumusan Perpres no 15.

” Akademisi harus bisa menularkan ilmunya, dan media menjadi semacam peluru yang bisa memberitakan persoalan yang ada, itu salah satu fungsi dari Pentahelix”, Jelas Dini Dewi.

Seminar Nasional dan bedah buku Kembalikan Citarum Harum, menghadirkan 13 Narasumber, yang terbagi menjadi 3 sesi, dan dihadiri oleh 1000 lebih undangan.
(Rie).

Bagikan :