GM PEKAT-IB Sumut: Kinerja Kapolda Sumut Baik, Kami Minta Kapolri Beri Penghargaan

Bagikan :

Sumatera Utara |

Beredarnya pernyataan orasi Anggota Komisi III DPR RI Raden Muhammad Syafii, yang akan merekomendasikan pencopotan Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut) Irjen Pol Agus Andrianto, belakangan menuai kontroversi di tengah-tengah masyarakat. Bahkan sikap pria yang akrab disapa Romo tersebut dianggap tidak beralasan serta dapat memperkeruh suasana ditahun politik menjelang Pemilu 2019.

 

KAPOLDA SUMUT SAAT BERSILATURAHMI DENGAN MASYARAKAT PANCUR BATU BEBERAPA WAKTU YANG LALU

“Apa yang dinyatakan Romo dalam orasinya itu sangat tidak beralasan dengan fakta prestasi maupun kinerja Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto sejak beliau menjabat”, ungkap Ketua GM Pekat – IB Sumut Khairul Anhar Harahap, SH. saat dikonfirmasi melalui telepon Jumat (8/03/2019)

Disebutnya, Sejak Irjen Pol Agus Andrianto menjabat sebagai Kapolda Sumut, upaya penegakan supremasi hukum benar-benar terlihat nyata di Provinsi Sumatera Utara ini. Bahkan dirinya juga mengatakan tak ada yang kebal hukum di NKRI khususnya di Sumatera Utara. Kejahatan yang bertahun-tahun tak bisa tersentuh hukum, kini dituntaskan oleh Kapolda Sumut.

 

KAPOLDA SUMUT SAAT BERSILATURAHMI DENGAN MASYARAKAT PANCUR BATU BEBERAPA WAKTU YANG LALU

“Salah satu contohnya, pemberantasan narkoba, pemberangusan mafia-mafia hutan, Namun di era kepemimpinan Kapolda yang akrab di sapa Pak Agus ini semua diberantas tuntas”, ujarnya.

Menurut aktivis sosial ini juga, apa yang menjadi alasan Romo bahwa Kapolda Sumut melakukan intervensi dalam Pemiihan Umum (Pemilu) Legislatif dan Pemilihan Presiden (Pilpres) perlu pembuktikan bukan hanya melempar opini semata. “Gaduh Sumut ini jadinya, siapa rupanya yang diintervensi. Apakah dengan totalitas melaksanakan tugas dan mengutarakan sikap ketegasan dihadapan publik itu dikategorikan intervensi. Kalau itu terjadi, maka orasi Anggota DPR RI tersebut sangat tidak relevan, jangan dipolitisirlah”, ujar pria yang sering disapa irul itu.

Sampai sejauh ini, tak ada masyarakat ataupun lembaga yang mengadu ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) tentang adanya tindakan intervensi maupun keberpihakan Polda Sumut di Pemilu 2019 yang akan berlangsung dalam waktu dekat. “Artinya pernyataan Romo itu terindikasi cenderung politis, padahal jika beliau bijak seharusnya lihat terlebih dahulu alur kronologis kejadian dan posisi pernyataan Kapolda Sumut ketika itu”, pinta kader HMI itu.

Tokoh Pemuda Asahan tu juga berharap agar Romo benar-benar menjalankan amanah sebagai wakil rakyat, ikut serta dalam menciptakan situasi kondusif dan tidak membawa kegaduhan di akar rumpun. “Menjelang pemilu ini saya harap agar semua pihak dapat menahan diri dari sikap yang dapat memecah persatuan dan kesatuan NKRI, karena keutuhan Indonesia lah yang terpenting”, ujar Khairul.

Kami, Generasi Muda Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (GM Pekat-IB) Sumut, nyatakan bahwa sikap konsisten dan kinerja Irjen Pol Agus Andrianto sebagai Kapolda Sumut dalam penegakan supremasi hukum serta dalam pengayoman terhadap masyarakat sangat bagus, malah kami sebagai masyarakat berharap Kapolri memberikan penghargaan terhadap beliau”, pungkas nya.

 

(Red/Leo)

 

(Sumber : Grub Wa Humas & Pers)

Bagikan :