18 Kabupaten/Kota Tandatangani MoU Pembangunan Jargas Rumah Tangga

Bagikan :

JAKARTA, mediapatriot.co.id_Pada tahun 2019 ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan melaksanakan pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga di 18 Kabupaten/kota di Indonesia.

18 Kabupaten/Kota tersebut terdiri dari Kabupaten Aceh Utara, Kota Dumai, Kota Jambi, Kota Palembang, Kota Depok, Kota Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Kutai Kertanegara, Kabupaten Wajo dan Kabupaten Banggai dibantu PT. Pertamina (Persero) melalui anak perusahaan PT PGN.

Penandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian ESDM) RI ini digelar di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Rabu (13/03).

Bupati Banggai, Ir. H. Herwin Yatim, MM, yang didaulat memberikan sambutan pada acara penandatanganan MOU jaringan gas rumah tangga dengan Dirjen Migas memaparkan potensi migas yang ada di Kabupaten Banggai dihadapan Sekertaris Menteri, Dirjen dan para pejabat di Dirjen Migas, serta para bupati penerima program jaringan gas rumah tangga.

Herwin juga mengapresiasi Kementerian ESDM, dalam hal ini Dirjen Migas, atas perhatian kepada Kabupaten Banggai. Dan berkomitmen mendukung serta mengawal program tersebut.

“Pemkab Banggai berkomitmen mendukung serta mengawal program ini agar dapat berjalan dengan sukses dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat. Kami juga berharap agar program jargas ini dapat dilaksanakan berkelanjutan sampai seluruh dapur masyarakat Kabupaten Banggai menikmati gas melalui jaringan gas rumah tangga,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI, Arcandra Tahar, mengungkapkan MoU ini dimaksudkan sebagai bentuk sinergi pemerintah pusat dan pemda untuk mendukung kelancaran penyediaan dan pendistribusian gas bumi melalui jaringan gas bumi untuk rumah tangga.

“MoU ini dalam rangka menjamin ketahanan energi nasional dan mempercepat terlaksananya diversifikasi energi melalui pemanfaatan sumber energi dalam negeri guna mewujudkan energi berkeadilan serta pemerataan pembangunan di wilayah Republik Indonesia,” tegasnya.

Arcandra memaparkan bahwa pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga (jargas) merupakan bagian dalam RPJMN Tahun 2015–2019 karena dapat memenuhi kebutuhan energi yang bersih, murah, ramah lingkungan, dan efisien.

Bahkan, pemanfaatan jargas saat ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional yang manfaatnya diharapkan dapat langsung dirasakan oleh masyarakat.

“Hal ini sebagaimana dimaksud dalam Perpres No. 3 tahun 2016 jo Perpres No. 56 tahun 2018, serta Perpres No. 6 Tahun 2019 tentang Penyediaan Dan Pendistribusian Gas Bumi Melalui Jaringan Transmisi dan/atau Distribusi Gas Bumi Untuk Rumah Tangga dan Pelanggan Kecil,” paparnya.

Ia menambahkan, tujuan dari program pembangunan Jargas ini selain memberikan akses energi kepada masyarakat juga memberikan dampak positif kepada masyarakat melalui penghematan pengeluaran biaya bahan bakar.

Selain itu, juga membantu ekonomi masyarakat menuju ekonomi masyarakat mandiri dan ramah lingkungan. Dan mengurangi beban subsidi BBM dan/atau LPG pada sektor rumah tangga.

“Ditjen Migas Kementerian ESDM telah melaksanakan pembangunan jargas sejak 2009 sampai 2018 dengan jumlah sambungan sebesar 325.852 Sambungan Rumah (SR) di 16 Provinsi yang meliputi 40 Kabupaten/Kota,” tandasnya.(dewi)

Bagikan :