PEMBELAAN KASI KURIKULUM ATAS BERBAGAI PUNGUTAN SEKOLAH, MENGIMBAS KEJIWAAN MENTAL ANAK DI SEKOLAH

Bagikan :

Indramayu, MPI

Kepala Bidang, Pembinaan SMP. Dinas Pendidikan Indramayu, melalui kasi kurikulum. Pendi Susanto. Memberikan komentar, terkait dengan adanya Siswa-siswi SMP Negeri 1 Sindang Indramayu. Yang di persulit untuk mengikuti Ujian Akhir Semester, penyebabnya siswa-siswi itu terlambat melunasi pembayaran computer dan biaya pendidikan lainya.Bahkan siswa-siswi di permalukan, di depan siswa-siswi lainya, dalam penagihan biaya sekolah. Sehingga siswa-siswi mengalami beban metal kejiwaan yang dialami disebabkan beberapa permasalahan yang menyebabkan sekarang malas bersekolah.

Permasalahan ini sudah terdengar oleh kami selaku Kasi Kurikulum. Sebetulnya pihak Sekolah menerapkan hal seperti ini, ada baiknya juga, sebab tidak mungkin semua biaya ditanggulangi dari Pemerintah Daerah atau Pemerintah lah. Ada hal yang bisa di kategorikan untuk kemajuan sekolah.

Pembinaan siswa-siswi Disdik, agar selepas Pendidikan SMP kejenjang yang lebih tinggi lagi, sudah ada persiapan untuk mengikuti mata Pelajaran.

“Adapun mengenai biaya computer sampai dengan Rp 1 Juta. Hal itu juga masuk akal, cuman saya kira harus di perlunak, dalam hal penagihan biaya ke siswa-siswinya. Jangan terlalu dipaksakan, orang tua wali murid di ajak dialog, untuk memecahkan persoalan biaya. Mengenai dana Saya kira antara kebutuhan sekolah dan biaya Pendidikan Normal, masih terlalu rendah. Bantuan Operasional Sekolah kan bersifat bantuan .” Katanya.

Pernyataan Kasi Kurikulum Sangat bertolak belakang, dengan kebijakan Bupati Indramayu. H Supendi, terkait Pendidikan saat di temui, selepas Rapat Musrenbang RKPD di Aula gedung PGRI. Mengatakan Pendidikan menjadi prioritas utama, pemerintah Kabupaten Indramayu dan akan menghilangkan berbagai kutipan biaya Pendidikan, karena sangat membebankan masyarakat.

“Wajib Pendidikan adalah urusan kita dan menjadi prioritas utama, jangan sampai ada beban di masyarakat, itu kita hilangkan, kita siapkan APBD untuk Pendidikan. Silahkan usulkan berapa kebutuhanya kita siapkan,” kata Supendi.

Senada juga, disampaikan oleh Ketua DPRD, Kabupaten Indramayu, Taufik Hidayat. Menegaskan bahwa pengadaan computer untuk siswa-siswi didik adalah tanggung jawab Pemerintah. ,”pengadaan computer untuk siswa didik itu adalah tanggung jawab kita, kami juga sudah sepakat dengan Dinas Pendidikan dan Dewan Pendidikan. Bahwa untuk kepentingan Pendidikan menjadi tanggung jawab kami,” tegasnya. Seraya mengatakan diluar ketentuan itu menurutnya ilegal.

Sementara itu, wali murid SMP Negeri 1 Sindang. Ato dengan gamblang menceritakan, bahwa pungutan pada siswa didik, pada SMP Negeri 1 Sindang sudah semakin menggila, dari mulai biaya sodaqoh, harian wajib, biaya renang tiap Minggu, biaya Dtw setiap bulan, dikenakan biaya sampai dengan penekanan untuk biaya Computer. Kami selaku orang tua wali murid, hanya bisa bergumam. Sekolah kok seperti ini, kalau jamanya Bupati Yance, rakyat lapor sudah ditanggapi serius dan di ambil tindakan. (Deswin N/Otong.S)

Bagikan :