Sebuah Prosa, Kelabu tak selamanya mendung. Karya: Sri Astuti Wulandari

Bagikan :

 

DearAstuti.
Tak terbayangkan kini engkau menjadi sang

kekasih pujaan hati, sejak secengkol luka lara

mengecam batinku, aku pun hanya terdiam lemas

memikirkanmu.

Dear Astuti.

Sudah sekian lama aku menanti penuh harapan

laksana sebuah angin tak memberi harapan.

Sarimu seperti dedaunan yang tak pasti kemana ia akan jatuh

Dear Astuti.

Sampai kapan aku tetap memilihmu

Sekarang pun aku tetap memilihmu

Esok pun aku masih akan memilihmu

Karena kamu adalah pilihan terbaik

Dear Astuti.
Aku terasa hampah jika tanpa dirimu

Sebelum dirimu datang ke hatiku

Hanya kekosongan yang mengisi hidupku

Sekarang kau telah datang

Dan aku tak akan pernah membiarkanmu pergi

Dear Astuti.

Tiada kata dapat menjelaskan dalamnya cintaku untukmu

Tiada kata dapat mengekspresikan betapa aku mengagumimu

Tiada kata dapat mengungkapkan betapa bahagianya diriku

Tiada kata dapat mengubah perasaanku padamu

Karya: Sri Astuti Wulandari

Bagikan :