Polsek Belitang Apel Gelar Pasukan untuk Pengamanan Pemilu 2019

Bagikan :

Laporan Jurnalis Kalbar : Yahya iskandar

 

Media Patriot Kalimantan Barat |

 

Dalam Rangka Pengamanan Menghadapi Pemilu Tahun 2019, Polsek Belitang melaksanakan kegiatan Apel Gelar Pasukan, Kamis (28/3/2019) pagi.

Bertempat di Halaman Mako Polsek Belitang bertindak sebagai Inspektur Upacara Kapolsek Belitang Ipda Agus Junaidi, Perwira upacara apel Bripka Erik Hardiansyah dan Komandan upacara apel Bripka Suprianto.

Hadir dalam kegiatan apel tersebut, Kapolsek Belitang Ipda Agus Junaidi, Camat yang diwakili Sabirin, Danramil yang diwakili Kopda Sineger, Ketua Panwaslu Kecamatan Belitang Heriyadi, para Kades beserta linmas se Kecamatan Belitang serta seluruh anggota Polsek Belitang.

Ada 3 pleton barisan yang mengikuti giat apel gelar pasukan yang terdiri dari 1 pleton TNI, Polri, 1 pleton Sat Pol PP dan Banser, 1 pleton linmas.

Dalam amanatnya, Kapolsek Belitang Ipda Agus Junaidi mengatakan bahwa Pemilu tahun 2019 merupakan pesta demokrasi rakyat karena dilaksanakan serentak dengan 5 jenis pemilihan dalam waktu yang bersamaan pada tanggal 17 April 2019.

“Polri dan Bawaslu telah mengeluarkan indeks kerawanan pemilu yang merupakan pemetaan kerawanan yang diprediksi dapat timbul dalam penyelenggaraan pemilu dengan jumlah personel TNI dan Polri yang dilibatkan dalam pengamanan pemilu serentak sebanyak 453.133,” ujarnya.

Dirinya menuturkan berbagai kerawanan seperti menyebarnya berita hoax melalui medsos dan politik identitas menyebabkan demokrasi tidak sehat, merusak persatuan dan kesatuan bangsa, diharapkan masyarakat dengan cerdas dapat memilih wakil rakyat serta tidak ada paksaan dari pihak manapun.

“Beberapa penekanan untuk dipedomani dalam pemilu tahun 2019 diantaranya pertama pahami tugas pengamanan Pemilu 2019. Kedua jalin sinergitas antara unsur pemerintah, TNI-Polri dan seluruh komponen masyarakat,” jelasnya.

Kemudian, lanjut Kapolsek yang ketiga segera kenali, cari, temukan dan atasi serta netralisir potensi kerawanan. Dan keempat tindak tegas sesuai aturan hukum terhadap pihak yang mencoba mengganggu kelancaran pemilu tahun 2019.

Kemudian Babinsa dan Bhabinkamtibmas harus mampu ikut serta menenangkan masyarakat untuk mengantisipasi beredarnya berita hoax dan politik identitas.

Serta yang terakhir Invertarisir dan koordinasi dengan tokoh agama, todat, toda serta tomas untuk memberikan rasa tenang kepada masyarakat,” tutup Kapolsek.

 

Editor :Leodepari

Bagikan :