FESTIVAL MUSIK TARI UNTUK INDONESIA BERSATU

Bagikan :

FESTIVAL MUSIK TARI UNTUK INDONESIA BERSATU

KATA TOGOG(KAwalnawacita Center for Telematika Organik Greencybernomics Ornaments Gamelan), Sebagai pelaksanaan acara di Auditorium RRI jalan Medan merdeka barat Jakarta Pusat, Jumat(29/3/2019).
Inti Acara adalah Festival Musik Tari dengan peserta adalah Kolaborasi antara Komunitas Kedutaan Negara Sahabat dengan Masyarakat Adat Daerah Nusantara.

Acara ini selain membuka pintu untuk memperkenalkan potensi daerah daerah yang ada di Nusantara (Mulai dari falsafah spiritual, alam,kriya,herbal,kuliner,dll)kedunia juga ditujukan untuk merespon assymetric war 7F(Food,Film,Fashion,Fun games,Fantasy, Free sex,Free Thinking) yang akhir akhir ini sangat menonjol bagaimana paham ISIS di import kedalam NKRI selain perang Hoax, maka alangkah baiknya kita mengEkport filosofi Bhineka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangruwa menjadi falsafah mendunia yang Rahmatanlil Al-Amin(Damai untuk semua).

Acara ini diharapkan menjadi Gong yang ketika dibunyikan akan menyerap semua nada baik yang merdu maupun yang sumbang untuk menuju suasana keheningan.

Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Dr.Wiranto mengajak kepada masyarakatnya untuk merawat persatuan dengan Toleransi penuh kegembiraan, Kesadaran, penuh keceriaan dalam menghadapi pesta demokrasi 5 tahun sekali. Kalau bangsa Indonesia seperti itu saya kira apa yang diramalkan oleh lembaga Internasional, bahwa Indonesia akan menjadi 4 Raksasa dunia tahun 2045, saya kira bisa terwujud tuturnya, saat mengadakan Doorstop dengan para awak media, disamping gedung Radio Republik Indonesia (RRI), dalam acara no war sing yes. Apalagi saat ini menghadapi Pilpres dan Pileq serentak 2019, saya kira semangat War no ini harus kita gelorakan bukan untuk bertengkar satu sama dengan lainnya, pemilu memilih pemimpin bukan mengadu pemimpin.
Menurut Wiranto menghadapi pemilu nanti tidak perlu untuk berhadapan, dengan amarah , kecurigaan atau saling menyerang tapi pemilu hendaknya disikapi dengan pesta demokrasi dengan penuh kegembiraan, keceriaan karena 5 tahun sekali memilih pemimpin.
Selain itu, Wiranto juga menilai orang yang Golput dan tidak memilih karena ada ketakutan, ancaman dan rasa takut.
Dari pemerintah ada TNI, Polisi aparat keamanan, semua sudah berusaha untuk mengamankan masyarakat dalam menghadapi pencoblosan 17 April dan silakan. Memilih tanpa ada gangguan sesuai aspirasi masing masing ujar Wiranto mengakhiri wawancara.

Acara inilah Aji Pamungkas untuk mengahiri riuh rendah perang Hoax mutu rendah yang merusak anak bangsa.Kami tetap berkarya dan berfikir positif serta memfasilitasi anak bangsa untuk berkreasi tanpa Atribut 01 atau 02 untuk Indonesia bersatu, aman damai tenteram dan ceria bagi kita semua warganegara Indonesia.(Ine)

Bagikan :