KPU Kota Bekasi Menggelar Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Serentak 2019

Bagikan :

Kota Bekasi – Simulasi digelar di halaman kantor Kecamatan Bekasi Barat, di mulai sejak pagi hari (Sabtu, 30/03/2019), dengan di ikuti komisioner KPU provinsi, komisioner KPU Kota Bekasi dan warga sekitar.

Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Indarto, dan Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0507/BKS, Mayor Inf Rahmat Triono S.

Simulasi ini digambarkan seperti pemungutan suara yang sebenarnya. mulai dari pendaftaran, pemungutan suara hingga penghitungan suara. Terlihat 7 orang staf KPU yang bertindak sebagai Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS). Ada pula staf yang berperan sebagai saksi.

Sebelum pemungutan suara dimulai, petugas KPPS dan saksi menggelar rapat pembukaan TPS. Rapat dibuka dengan pengambilan sumpah petugas KPPS yang disaksikan saksi dan pemilih yang sudah hadir.

Selanjutnya, komisioner KPU Provinsi menjelaskan teknis pemungutan suara dan hal-hal yang dilarang.

Layaknya kegiatan Pemilu, setiap warga yang datang lalu diberikan lima lembar kertas suara, yaitu Presiden dan Wakil Presiden, DPD, DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota.

Setelah itu, warga yang sudah menyalurkan hak suaranya di bilik TPS lalu memasukkan kertas suara yang sudah tercoblos ke dalam kotak suara. Terakhir, pihak penyelenggara Pemilu kemudian melakukan proses penghitungan suara setelah batas waktu pencoblosan yang sudah ditentukan berakhir.

Dalam simulasi tersebut, Wakil Wali Kota Bekasi berpesan, agar warga dapat menikmati pesta demokrasi dengan gembira dan menjaga ketertiban.

“Saya berharap warga menggunakan hak pilihnya, jangan disia-siakan. Ini adalah pestanya masyarakat, harus gembira. Kalau beda pilihan tetap jaga persaudaraan dan ketertiban,” ucap pria yang akrab disapa Mas Tri.

Sementara itu, Komisioner KPU Kota Bekasi dari Divisi Teknis Pelaksanaan, Ali Syaifa As, menjelaskan, simulasi ini merupakan bagian upaya dari pihak penyelenggara Pemilu untuk mengetahui bagian tahapan pemungutan dan penghitungan suara secara keseluruhan.

“Termasuk tingkat kerumitan, durasi waktu pencoblosan, dan ini akan menjadi bahan pelajaran bagi kami selaku penyelenggara Pemilu,” kata Ali.

Pihaknya juga sengaja menghadirkan kelompok masyarakat berkebutuhan khusus (disabilitas) untuk mengikuti simulasi proses pemungutan suara ini.

“Kami ingin para petugas KPPS nanti memiliki kesiapan untuk melayani masyarakat kelompok disabilitas ini, sehingga suara yang mereka salurkan tidak sia-sia,” ungkap Ali.

Ali berharap, kegiatan simulasi ini dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat Kota Bekasi untuk mensukseskan dan berpartisipasi dalam Pemilu 17 April mendatang.

“Dengan demikian, masyarakat ikut andil dalam menentukan masa depan bangsa, melalui hak suara yang mereka salurkan,” pungkas Ali. (Ham/August)

Bagikan :