Polda Sulteng Tegaskan Anggotanya Untuk Netral

Bagikan :

PALU, SULAWESI TENGAH, mediapatriot.co.id_Dengan beredarnya pemberitaan di media seperti di Kepolisian Resor (Polres) Bima, Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara
Barat (NTB) adanya grup Whatsapp Pilpres 2019, dan yang baru-baru viral di media Eks Kapolsek Pasirwangi yang mengaku diminta Kapolres Garut untuk memenangkan Jokowi yang mengindikasikan ketidaknetralan anggota Polri.

Melihat hal tersebut, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tengah (Sulteng) Brigjen. Pol. Lukman Wahyu Hariyanto, melalui Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Sulteng AKBP Didik Supranoto, SIK, dihadapan beberapa media, Senin (01/04), di Ruang loby Wira Dharma Brata Polda Sulteng menegaskan bahwa personel Polda Sulteng harus netral dalam pemilu 2019.

Penegasan ini sesuai dengan intruksi Kapolri yang tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor STR/126/ll1/OPS.1.1.1./2019 tanggal 18 Maret 2019 tentang Anggota Polri Wajib bersikap netral dan tidak melibatkan diri dalam kegiatan Politik Praktis. Surat Telegram Kapolri tersebut didistribusikan kepada seluruh Kapolda.

Diungkapkan, didalam surat telegram Kapolri tersebut secara gamblang ditegaskan bahwa guna mencegah terjadinya pelanggaran dalam tahapan Pemilu 2019 anggota Polri Wajib berperilaku Netral dengan mempedomani beberpa hal.

Penegasan netralitas Polri dalam Pemilu 2019 dalam surat telegram tersebut oleh Polda Sulteng juga telah diteruskan kepada seluruh personil Polda Sulteng. Mulai yang ada di Polda, sampai dengan Polres, Polsek dan Pos-Pos Polisi, baik berupa surat telegram yang serupa maupun dalam bentuk penerangan satuan (Pensat).

“Diharapkan apabila ada masyarakat atau media yang melihat atau mengetahui ketidaknetralan anggota Polri Polda Sulteng dimanapun saja bertugas untuk tidak segan-segan melapor ke Bidpropam Polda Sulteng. Kami pastikan untuk ditindak lanjuti dan diproses oknum yang bersangkutan. Itu semua dilakukan agar pelaksanaan Pemilu 2019 di wilayah Sulawesi Tengah dapat berjalan aman, damai dan sejuk,” pungkasnya.(dewi)

Intruksi Kapolri kepada seluruh anggota Polri:

1. Dilarang ikut membantu mendeklarasikan capres dan cawapres serta caleg.
2. Dilarang menerima, memberikan, meminta, mendistribusikan janji, hadiah, sumbangan atau bantuan dalam bentuk apapun dari pihak parpol, capres dan cawapres serta caleg maupun tim sukses pada giat Pemilu (gambar/lambang capres dan cawapres serta caleg maupun parpol); baik pada kampanye, pertemuan parpol kecuali dalam melaksanakan tugas pengamanan yang diemban.
3. Dilarang menggunakan, memesan, memasang atribut, atribut Pemilu 2019
4. Dilarang menghadiri, menjadi pembicara/narasumber pada giat deklarasi, rapat berdasarkan surat perintah tugas;
5. Dilarang nempromosikan, menanggapi dan menyebarluaskan gambar/foto capres
Dan cawapres, caleg maupun parpol yang berpotensi dipergunakan oleh pihak tertentu untuk menuding keberpihakan/ketidaknetralan Polri;
6. Dilarang foto bersama dengan capres dan cawapres, caleg, massa maupun simpatisannya;
7. Dilarang foto/selfi dimedsos, dengan gaya mengacungkan jari membentuk dukungan kepada capres dan cawapres, caleg maupun parpol yang berpotensi dipergunakan oleh pihak tertentu untuk menuding keberpihakan/ketidaknetralan Polri.
8. Dilarang memberikan dukungan politik dan keberpihakan dalam bentuk apapun kepada capres dan cawapres, caleg maupun Parpol.
9. Dilarang menjadi pengurus atau anggota tim sukses capres dan cawapres serta caleg;
10. Dilarang menggunakan kewenangan atau membuat keputusan dan/atau tindakan yang dapat menguntungkan atau merugikan kepentingan capres dan cawapres, caleg maupun Parpol tertentu;
11. Dilarang nemberikan fasilitas-fasilitas dinas maupun pribadi, guna kepentingan politik capres dan cawapres, caleg maupun Parpol tertentu.
12. Dilarang melakukan kampanye hitam (black campaign) dan menganjurkan untuk menjadi golput;
13. Dilarang nemberikan informasi kepada siapapun terkait dengan hasil perhitungan suara Pemilu 2019;
14. Dilarang nenjadi panitia umum Pemilu, anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Dan
Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu).(dewi)

Bagikan :