Sektor 7 : Dinding Pembatas Sungai Cisuminta Jebol, PT MCAB Tergenang Air Setinggi 1 Meter.

Bagikan :

Tingginya curah hujan membuat air sungai Cisuminta yang berada di samping Instalasi Pengolahan Limbah MCAB (Mitra Citarum Air Biru) di Jalan Cisirung Kec Dayeuh Kolot meluap dan menjebol tembok pembatas sungai.

Jebolnya tembok pembatas, membuat Ipal Komunal MCAB yang luasnya sekitar 1.4 H tergenang air setinggi 1 meter, dan terpaksa proses pengolahan limbahnya dihentikan.

Akibatnya 23 Perusahaan yang limbahnya diolah di MCAB tidak dapat menyalurkan limbah produksinya selama MCAB melakukan pembenahan.

Menurut Muhammad Nur salah seorang staf MCAB kepada mediapatriot, Rabu (3/04), mengatakan,” Kejadiannya kemaren sore, curah hujan yang tinggi membuat air sungai Cisuminta naik, akibatnya tembok pembatas tidak bisa menahan luapan air akhirnya jebol”, Ujarnya.

” Lahan disini harus ditinggikan, karena setiap tahun apabila curah hujan tinggi, air sungai pasti meluap dan tidak bisa mengalir ke Citarum, karena kondisi air Citarum juga naik, akhirnya air tumpah ke MCAB”, Ungkap M Nur.

” Kalau cuaca bagus, kita butuh 2 hari untuk perbaikan, karena ada pipa untuk treatment yang patah akibat derasnya air, nanti diupayakan perusahaan mitra MCAB diatur untuk bisa daur ulang atau berhenti sementara dilakukan perbaikan”, Tambahnya lagi.

Sementara itu Dansektor 7 Kol Kav Purwadi mengatakan,” Curah hujan yang tinggi mengakibatkan banjir yang cukup deras di wilayah Dayeuh Kolot, kondisi tersebut tidak didukung oleh saluran drainase yang seimbang, sehingga volume air semakin besar”, Jelas Kol Kav Purwadi.

” Kondisi dari MCAB yang lebih rendah dari jalan memberi peluang air masuk ke Ipal, melalui lubang yang ada karena kondisi bangunan terendam air sehingga kekuatannya berkurang”, Kata Dansektor 7.

Masih menurut Kol Purwadi,” Karena terus menerus menerima dorongan air, akhirnya dinding pembatas tidak mampu lagi menahan derasnya air Cisuminta, Kami berharap pihak management segera memperbaiki dan memperbaharui bangunan yang sudah lama”, Pungkas Dansektor.
(Rie).

Bagikan :