KENDARAAN JADUL ” NAYOR” CIBADAK TERANCAM PUNAH

Bagikan :

SUKABUMI-” Nayor” merupakan sebuah ikon kota kecil yang penuh sejarah di wilayah kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. ” Nayor” ini sampai dikenal hingga seluruh Nusantara di Republik Indonesai bahkan sampai dunia sekalipun bahwa Kota Cibadak adalah kota “Nayor”.

Diceritakan seorang keturunan Alm Abdul Rojak (Pencetus Nayor), bernama Yayah Rohanah, yang saat ini usianya hampir menginjak 80 tahun. ” Nayor ” ini adalah merupakan sebuah inisatif gabungan dari tiga orang nama yang sering disebut-sebut sebagai pencetus Nayor Cibadak yakni, Abdul Rojak, Husin dan Kardiya.

” Nayor ” sebelumnya disebut ” Naha Ngagayor “. Sebutan orang yang pada jaman dulu berada dikantor Kewadanaan Cibadak. Sebutan ” Naha Ngagayor” itu selalu disampaikan kepada setiap orang yang datang ke kantor Kewadanaan dengan menggunakan “Nayor” ini.

Berawal dari sebutan “Naha Ngagayor” itulah asal muasal kata atau sebutan kepada kendaraan tradisonal di Cibadak ini menjadi ” Nayor” (Bahasa Sunda Kirata).

” Ngagayor ” sendiri memiliki makna kendaraan yang tidak bisa seimbang, atau disebut berat sebelah ke bagian belakang.

Dari ketiga orang itulah asal muasal sebutan kendaraan tradisional yang diberi nama “Nayor”. Saat itu, Kusir pertama bernama Mamad, dan Kudanya diberi nama si ” Beureum”.

” Nayor” ini dahulu adalah merupakan sebuah kendaraan tradisional yang sangat begitu diminati oleh berbagai kalangan di masyarakat khususnya diwilayah kecamatan Cibadak.

Bahkan dahulu para turis asingpun sering datang, meskipun mereka untuk sekedar hanya melihat dan berfoto dengan “Nayor” yang menjadi kendaraan tradisional di kota cibadak.

Dahulu, Nayor begitu diminati selain kendaraan Oplet. Nayor ini mampu menjangkau keberbagai pelosok desa, bahkan mampu menempuh jarak yang sangat jauh sekalipun.

Dalam perjalanan sejarahnya, ” Nayor ” sempat mengalami modifikasi, dari mulai dua roda menjadi roda empat. Namun, dari perubahan itu tidak berlangsung lama. Rodanya dikembalikan ke semula, yaitu memakai roda dua. Karena saat itu dianggap tidak menunjukan jati diri dan ciri khas dari “Nayor” itu sendiri.

Keberadaan “Nayor” di Cibadak sudah mulai tidak nampak, walaupun dahulu “Nayor” jumlahnya bisa mencapai puluhan. Namun saat ini, ……… hanya dapat terlihat satu sampai dua “Nayor” saja di Labora Cibadak.

” Nayor ” ini harus bisa terus dilestarikan dikota Cibadak. berikan ruang bagi mereka. Karena ” Nayor” sendiri adalah merupakan ikon kota Cibadak, dan merupakan bagian dari sejarah nya Sukabumi.

Bukan hanya relief dan tugu nayornya saja yang harus terpasang, akan tetapi orang– orang yang telah menjadi pencetus Nayor itupun harus menjadi bagian dari sejarahnya Nayor di Cibadak.

Wartawan : Sopandi
Editor : Hamdanil Asykar

Bagikan :