POTENSI PARIWISATA DAN WISATA RELIGI CIWADO PERLU DILESTARIKAN

Bagikan :

Indramayu, MPI
Indramayu banyak menyimpan sejarah yang belum terjamah oleh masyarakat Indramayu itu sendiri, salah satunya Situs Batu bubut, Situs Pelanangan, Situs Pewadonan tempat Wisata Religi yang berada diperbatasan Kabupaten Indramayu/Kabupaten Sumedang. Tepatnya Di Kampung Ciwado, Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu.Pariwisata ini tidak jauh, dekat dengan TOL Cipali lalu lintas yang sekarang dapat ditempuh, masuk melalui Kampung Lanjem Cikawung.Situs Batu Bubut adalah Petilasan yaitu hanya tapak sejarah, tidak adanya kuburan yang dikeramatkan yang sering didatangi pengunjung yang dikatakan Kucen Rasmin yang telah 12 tahun menjaga petilasan Prabu Siliwangi awal kisah sejarah pernikahan masyarakat Indramayu dan masyarakat Sumedang.Pariwisata dan Wisata Religi dikelola oleh Unang Hermawan 35 tahun, bersama masyarakat asli Kampung Ciwado melihat potensi kampung Ciwado dapat dikelolala untuk meningkatan pendapatan masyarakat dan merubah sumber daya masyarakat berkat pariwisata serta dapat mengurus hutan alam yang harus dilestarikan.Wisata alam Ciwado memiliki jarak tempuh dari masuk kampung lanjem ketempat wisata, Situs Batu Bubut (Sejarah Sangkuriang) 1,5 km, Situs Pelanangan, Situs Pewadonan jarak 2 km, Cadas Hampar (Wisata bermain), Cibangbang (Wisata bermain) jarak 1 km serta melihat alam diatas pegunungan Indramayu.

Tempat wisata ini belum adanya bantuan dari pemerintah daerah, masih swadaya masyarakat baru empat bulan berjalan namun pengunjung pada hari-hari tertentu membludak mendatangi tempat wisata religi. Yang hanya baru beberapa bulan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.

Ciri khas Kerajinan wilayah kampung Ciwado Gelang dari tanduk, panahan serta kecapi suling yang sudah hampir punah, kurang dikelola dikarenakan belum adanya bantuan dari pemerintah daerah yang selama ini kurang mengetahui potensi yang ada, tegasnya.(Deswin Nazamudin)

Bagikan :