Dit Resnarkoba Polda Jabar mengamankan ratusan kosmetik ilegal yang dijual bebas di karawang

Bagikan :

Bandung,- Media Patriot Indonesia Direktur Ditresnarkoba Narkoba polda Jabar gelar konferensi pers terkait pengungkapan kasus peredaran persediaan farmasi tanpa ijin edar dihalaman mapolda Jabar pada Senin (8/4/19)

Tersangka sekaligus pemilik toko Alit yang berinisial T Bin T, tersangka ini mengedarkan produk kosmetik yang tidak ada ijin edar, tersangka menyimpan kosmetik ijin edar di lokasi di dusun Balendung 02 desa Sumber jaya, Kec Tempuran,Kab Karawang.

Modus operandi yang dilakukan tersangka Tersangka yang berinisial T yakni, mengedarkan sediaan Farmasi berupa obat keras yang bertuliskan tanpa dilengkapi resep dokter, toko tersebut diperuntukan sebagai jenis usaha Toko kelontong dan pakaian. setelah kepolisian melakukan pengecekan perijinannya, petugas kemudian melakukan pengecekan dilokasi yang berdekatan dan tersangka ini memiliki ruang penyimpanan sediaan farmasi berupa kosmetik yang siap diedarkan melalui online Shop dengan nama akun ” SAMAHARGA SHOP ” pada akun Shoppe hal itu diungkapkan oleh Dit Resnarkoba kombes Pol Enggar Pareanom dan didampingi Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Jabar AKBP Dra. Santi Gunarni

Dari tangan tersangka Kepolisian berhasil mengamankan barang bukti diantaranya, 756 buah temulawak new day & Night cream, 24 buah sabun UV whitening, 600 buah La Wyna Two way cake Temulawak, 4 tube Ping kang sedang, 24 buah kosmetik lindor colorful lipstik , 34 buah pond’s magic powder BB, 60 buah lipstik citra,1 buah kosmetik FPD Beauty Herbal Whitehening,23 buah aloe vera lip balm,276 buah Claridem two in one,90 eye colour studio mini,92 walet super gold, 98 paket pemutih HN cream,24 buah kosmetik yesnow Body Spa,84 buah pika tony moly,288 buah la widya Temulawak day & night cream, 420 buah Karimata lipstik, 22 buah jelly kylie cosmetic, 26 strip Lanadexon Dexamethasone caplet 0,5 mg dengan jumlah 260 caplet, 11 strip molacrot 0.75 sejumlah 110 tablet, 8 Renadinac Diclofenac sodium 50mg dengan jumlah 80 tablet dan 9 tablet Incidal-OD, ujar Kombes Enggar Pareanom.

Tersangka akan dikenai Pasal Undang-undang nomor 36 Tahun 2009 Tentang kesehatan :
Pasal 196 setiap orang yang Dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memenuhi standar dan/atau persyaratan keamanan, khasiat atau kemanfaatan, dan mutu sebagai mana dimaksud dalam pasal 98 ayat (2) dan ayat (3) dengan penjara paling lama 10 tahun dan denda paling sedikit banyak Rp.1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) tegas Dir Narkoba Polda Jabar.

(Lia)

Bagikan :