PLN ULP INDRAMAYU DAN CIKEDUNG GELAR SOSIALISASI PERALATAN SIAGA PEMILU

Bagikan :

Indramayu, MPI

Sosialisasi siaga pemilu dilakukan serentak, memilih calon anggota DPR RI, DPD RI, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota dan memilih calon presiden dan calon wakil presiden. Pada tanggal 17 April dan siaga Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMA/MA/SMK dan Paket C 2019.Juga memastikan peralatan-peralatan PLN, agar kehandalan pasokan listrik tetap terjaga, PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Indramayu dan ULP Cikedung menggelar peralatan dan pasukan. Gelar peralatan yang dilakukan oleh petugas khusus meliputi petugas K2 dan K3 itu dipusatkan di halaman kantor PLN ULP Indramayu, kemarin.Saat melakukan pemeriksaan peralatan dan kesiap siagaan pasukan, Manager PLN ULP Indramayu, Taufik Rakhmada Haes menyebutkan kondisi paralatan 98 persen masih layak pakai. Peralatan yang diketahui rusak sangat minim. “Kalau ada peralatan-peralatan rusak yang menjadi temuan akan dimintakan ke manajemen vendor untuk langsung disediakan penggantinya.

Penggatian peralatan rusak sangat perlu dilakukan agar temen-temen saat akan melaksanakan pekerjaan dilapangan aman dan nyaman,” kata dia diamini Manager PLN ULP Cikedung Francius B Sitorus usai kegiatan.

Peralatan-peralatan yang dicek kata dia meliputi peralatan kerja diantaranya tang ampere (clip on AVO meter) digital, colfing hoist/rachet puler 1,5 ton, alat ukur tahanan isolasi, AK hidrolik press dan lainnya.

Peralatan keselamatan kerja meliputi sabuk pengaman body hames adella HKW 450 1 (tal lanyard ADL-EF32+H27), helemet kerja, sarung tangan dan peralatan pendukung, diantaranya meliputi radio komunikasi (mobil unit), radio komunikasi HT, kotak peralatan kerja 80x120x50 cm (terpasang di mobil, GPS tracker dan kotak P3K.

“Kegiatan gelar peralatan merupakan rutinitas bulanan sehingga kondisinya selalu terpantau. Intinya, jangan sampai pas dibutuhkan peralatan tidak bisa dipakai. Itu bahaya sekali,” tandas Taufik.

Ia juga berpesan jika diketahui ada titik-titik pohon yang mungkin dirasa menggangu jaringan dan bisa menyebabkan gangguan agar langsung ditindak lanjuti oleh petugas yang melihat, jika tidak mampu agar dikoordinasikan, karena kondisi sekarang tidak boleh padam. Maksudnya jika ada kegiatan yang mengharuskan padam akan dikoordinasikan ke ULP.

“Fungsi petugas K2 dan K3L untuk memasitkan unsur keselamatan  agar saat melakukan pekerjaan misalnya akan melaksanakan pangkas pohon maka bahaya-bahaya yang akan timbul itu akan diminimalisir, kalau bisa bahaya itu hilang agar petugas lapangan saat kerja aman,” tambahnya.

Terpisah, Manager Bagian Transaksi Energi Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Indramayu, Saefudin membenarkan gelar peralatan dan pasukan dilakukan serentak. Gelar peralatan itu untuk siaga pemilu serentak  dan siaga UNBK SMA/MA/SMK/Paket C  dan UNBK SMP/MTs.

Dengan dilakukannya gelar peralatan dan pasukan, kata mantan Manajer PLN ULP Indramayu ini, merupakan bentuk kesiap siagaan PLN  dalam rangka mensukseskan pemilu serentak.

Disinggung, apakah PLN bisa menjamin  tidak ada pemadaman saat pelaksanaan pemilu serentak, pada 17 April 2019 dan pelaksanaan UNBK. Ia menyebutkan jika bukan karena factor alam pihaknya menjamin tidak akan ada pemadaman. Semuanya sudah disiapkan sesuai standar operasional prosedur.

“Pada saat penghitungan suara, kami mengantisipasi tidak ada pemadaman yang direncanakan kecuali gangguan yang tidak diketahui atau karena factor alam. Perihal tidak akan ada pemadaman yang direncanakan sudah kami koordinasikan dengan KPUD Indramayu,” aku Saefudin. (Deswin N/Sapro)

 

 

Bagikan :