Walikota Wisudakan 3247 Siswa SD Se Kota Ternate

Bagikan :
(Foto wawancara Kadis Pendidikan Kota Ternate Drs.Ibrahim Mahmmud S.Pd.i usai Kegiatan Wisudawan di Lapangan GKT Maluku Utara.camera canon Eko)

MALUKU UTARA.Mediapatriot.co.id – Wisudahkan ribuan siswa SD status Negri dan Swasta atau terhitung sebanyak 3247 siswa/siswi di lingkup Kota Ternate, terpusat di lapangan Gelora kie raha Rabu, (10/04/2019, dilakukan langsung oleh Walikota, Burhan Abdurahman.

Kepala Dinas pendidikan Nasional (Diknas) Kota Ternate, Drs.Ibrahim Mahmmud.S.Pd.i mengatakan, peserta wisudawan dan wisudati tingka SD, bersatus Negri dan Swasta secara total berjumlah 3247 orang, sudah termasuk ada siswa yang terlibat dalam katagori Hafiz 197 orang.

” Saya pikir sebuah ikhtiar sangat maksimal disela kesibukan anak-anak untuk belajar formal di sekolah masih ada iktiar baik dari guru agama dan Kepsek untuk mau memberikan porsi besar untuk pendidikan keagamaan.”kata Kadiknas, Ibrahim Mammud, saat di temui awak media usai di lapangan Gelora Kie raha tadi.

Menurut Ibrahim, bila di badingkan dengan wisudah-wisudah sebelumnya, kali ini lebih meningkat, peningkatan tersebut karena melibatkan peserta juga dari Kecamatan Moti, 84 siswa olehnya itu perlu diberikan apresiasi guna sebagai bentuk motivasi Tamhid ketika belajar Al-Qura’an.

Metode diterapkan kepada siswa adalah penerapan metode Iqrah selain itu metode akselerasi, alfarki dan clasikal namun begitu dirinya akui, lebih menggunakan metode Iqrah yang membuming di kalangan masyarakat jika metode lain yang di terapkan, membutuhkan waktu penyesuaian tiap sekolah.

” Ini ada lompatan inovasi dan saya memeberikan apresiasi ke beberapa Kepsek, bagetu bagus meletakan kerangka berpikir mendorong pola pikir anak-anak, bisa Sholat subuh berjmah di Mesjid, karena ini agak berat sebenarnya, melakukan shalat subuh berjamah saya hanya memberikan spesifik. Pendidikan kita bangun berbasis filosofi Dodika.”terangnya.

Lanjut Ibrahim mengaku, bila di tinjua secara akronim itu, terbagi dalam tiga kata gori yakni (Do) dorong, (Di) pendidikan, dan (Ki) karakter.

” Tungku tiga batu itu kemudian saya memberih nama 3S yaitu (Soa) Sekolah, Sigit-Soa itu adalah ayah buah keluarga ditambah sekolah pendidikan formal, kemudian Sigit adalah masyarakat karena disini masih agamais maka saya berih nama itu,”jelasnya

Ia menambahkan, ini adalah migrasi istilah apa yang diaebut tokoh pendidikan termuka yakni KH.Dewantaro seperti Informal,Formal dan nonformal. Dasar pikirnya dari situ baru di kemas kedalam kebiasaa lokal di Kota Ternate.

“Saya kemas ke sematik lokal maka saya sebut dengan (Dodika) karena itu hasil hari ini, bukan hanya guru namun juga kepedulian orang tua wali murid, karena pendidikan tanpa perhatian orang tua di rumah itu percuma, maka saya apresiasi di masyarakat dengan memberikan dukungan kegiataan keagamaan,”tandasnya.(JR)

Bagikan :