INDEKS DESA MEMBANGUN SEBAGAI ALAT UKUR STATUS DESA

Bagikan :

SUKABUMI -Derap pembangunan di wilayah perdesaan Kabupaten Sukabumi terus melaju pesat. Harapan besar yang telah disampaikan beberapa tahun lalu oleh Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami, mengenai laju pembangunan Kabupaten Sukabumi telah berada di jalur tepat, mulai terus digeber tahun 2019. Khususnya mengenai perkembangan kemajuan di 381 Desa.

Dalam rangka pencapaian sasaran pembangunan Desa dan Kawasan Perdesaan yang berkelanjutan bagi pengentasan Desa Tertinggal dan peningkatan Desa Mandiri, maka diperlukan ketersediaan data dasar pembangunan Desa serta penetapan status kemajuan dan kemandirian Desa sebagaimana ketentuan Permendes PDTT-RI Nomor 2 Tahun 2016 tentang Indeks Desa Membangun (IDM).

Berdasar Indeks Desa Membangun (IDM), status kemajuan dan kemandirian Desa dijelaskan dengan klasifikasi yang diharapkan dapat memfasilitasi pemahaman tentang situasi dan kondisi Desa saat ini, serta bagaimana langkah kebijakan yang harus dikembangkan untuk mendukung peningkatan kehidupan Desa menjadi lebih maju dan mandiri. Cara klasifikasi tersebut tentu harus peka terhadap karakteristik Desa yang senyatanya sangat beragam, bukan hanya dari segi fisik geografis tetapi juga terkait nilai-nilai, budaya dan tingkat prakarsa masyarakat Desa, jelas Andriyansyah selaku Kepala Seksi Pengembangan Inprastruktur Masyarakat di Hotel Sukabumi Indah, dalam acara Diseminasi Pendataan Aset Desa .

Seperti diketahui, indikator perkembangan desa terdiri dari indeks komposit dari ketahanan sosial, ketahanan ekonomi, dan ketahanan ekologi atau lingkungan. Ketiga indikator komposit tersebut terdapat dalam Indeks Desa Membangun (IDM) sebagai alat ukur berupa angka-angka yang menunjukkan status desa yang dinilai.

Angka IDM Kabupaten Sukabumi di tahun lalu cukup menjadi modal besar dalam harapan perencanaan di tahun 2019. Dimana melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Sukabumi, capaian prestisius tahun lalu ditarget naik.

“Ada target perencanaan status desa di Kabupaten Sukabumi meningkat dibandingkan tahun lalu. Minimal dari status desa mandiri ada kenaikan serta desa berkembang menjadi desa maju ada penambahan,”

Target kenaikan status desa tersebut selain didasarkan pada capaian prestisius tahun lalu, juga dikarenakan masifnya pembangunan di seluruh desa di Kabupaten Sukabumi. Baik yang mempergunakan anggaran alokasi dana desa (ADD), dana desa (DD) serta berbagai sumber pendapatan lainnya.

Data dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan DPMD Kabupaten Sukabumi, tercatat dari 381 desa yang ada didominasi status desa berkembang. Dimana secara rinci untuk desa Mandiri sebanyak 4 Desa, desa maju 58 Desa, dan desa berkembang 229 Desa. Sedangkan status desa tertinggal sebanyak 82 Desa dan sangat tertinggal sebanyak 8 Desa di Kabupaten Sukabumi.

Dengan angka-angka tersebut, DPMD Kabupaten Sukabumi memasang target adanya kenaikan status desa tersebut di tahun 2019.

Andriyansyah optimis dengan adanya target kenaikan status desa tersebut. Dikarenakan dengan angka IDM tahun 2018 lalu, bahwa angka-angka di status desa tersebut hampir mendekati dengan target di tahun ini.

“Selisih nilainya kecil sekali dan mendekati adanya peningkatan. Jadi kita optimis bisa wujudkan target tersebut,” ujarnya.

Wartawan : Sopandi
Editor : Hamdanil Asykar

Bagikan :