Launching Calender Of Event (CoE) Sulteng 2019 Tampilkan Tarian Putri Balantak

Bagikan :

JAKARTA, mediapatriot.co.id_Salah satu tarian khas Kabupaten Banggai, Tari Putri Balantak, ditampilkan pada launching Calender Of Event (CoE)
Sulawesi Tengah 2019, pekan lalu di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta
Pesona Jakarta, Kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI, Jakarta.

Launching CoE Sulteng 2019 dihadiri Staf Ahli Menteri (SAM) Bidang Multikultural Kemenpar RI, yang juga menjabat sebagai Ketua Pelaksana 100 CoE Wonderful Indonesia 2019, Esthy Reko Astuti; Staf Ahli Gubernur Sulteng Bidang Hukum, Politik dan Kesra, Sitti Norma Mardjanu; Bupati Banggai, H. Herwin Yatim, MM; Wakil Bupati Banggai, H. Mustar Labolo; Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Banggai, Paiman Karto; Pimpinan BSM Cabang Luwuk,
Riandi Sumarto; dan pelaku pariwisata di
Kabupaten Banggai, Suryani Mile. Serta Sekretaris Daerah dan Kepala Dinails Pariwisata Kabupaten Poso dan Kabupaten Parigi Moutong.

COE Sulteng 2019 secara resmi dibuka oleh Staf Ahli Menteri (SAM) Bidang
Multikultural Kemenpar RI mewakili Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, dengan mengusung tema “Bringing Central Celebes to
The World”.

Sepanjang tahun 2019, Provinsi Sulawesi Tengah dijadwalkan menggelar 30 event unggulan di 13 kabupaten/kota. Dari 30 event tersebut, 3 event diantaranya masuk dalam 100 CoE Wonderful Indonesia 2019 dan mendapat bantuan langsung dari Kemenpar.

Staf Ahli Gubernur Sulteng Bidang Hukum, Politik dan Kesra, Sitti Norma Mardjanu, memaparkan bahwasanya Sulteng berusaha meningkatkan unsur 3A (Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas) sebagai unsur penting dalam memajukan pariwisata.

“Sepanjang tahun ini Sulteng menggelar 30 event unggulan, 3 event diantaranya masuk dalam 100 CoE WI 2019. Atau terjadi peningkatan dari tahun lalu sebanyak 8 event unggulan dan 2 event masuk dalam 100
CoE WI 2018,” paparnya.

Lebih lanjut dikatakan, aksesibilitas dan konektivitas penerbangan, perjalanan darat, maupun pelayaran menjadi fokus perhatian Pemerintah Provinsi Sulteng.

“Rencananya, konektivitas pelayaran akan menghubungkan 6 provinsi yang ada di Sulawesi. Sedangkan transportasi darat nantinya akan terkoneksi melalui percepatan pembangunarn jalur kereta api Trans-Sulawesi,” tambahnya.

Ia mengatakan, tidak hanya darat, koneksi menuju Sulteng terhubung dengan adanya pelabuhan, termasuk sarana dan sistem transportasi yang menghubungkan titik-titik destinasi pariwisata di Sulawesi.

Dan untuk konektivitas udara, Sulteng terhubung dengan penerbangan antar kabupaten/kota melalui 7 bandara yang dimiliki, 2 bandara di antaranya Mutiara Sis Al Jufri di Kota Palu dan Syukuran Aminuddin Amir di Luwuk, Kabupaten Banggai, didarati pesawat berbadan lebar jenis Boeing 737.

“Pemerintah daerah bersama stakeholder pariwisata Sulteng sedang mengupayakan agar Mutiara Sis Al Jufri dinaikkan statusnya dari saat ini sebagai bandara domestik menjadi bandara internasional,” katanya.

Norma menegaskan bahwasanya Bandara Mutiara Sis Al Jufri di Kota Palu layak dijadikan sebagai bandara internasional.

“Bandara Mutiara Sis Al Jufri di Kota Palu layak menjadi bandara internasional karena mempunyai panjang landasan 2.500 meter dan lebar 45 meter dengan kekuatan menahan beban bisa dinaikkan menjadi 56 PCN supaya dapat didarat pesawat jenis Boeing 73-800,” tutupnya.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural Kemenpar RI dan juga Ketua Pelaksana 100 CoE Wonderful Indonesia 2019, Esthy Reko Astuti, mengapresiasi lauching CoE Sulteng 2019 dalam rangka mempromosikan dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sulteng.

“Pada 2018, Sulteng dikunjungi 25.741 wisatawan mancanegara (wisman) dan 3.4321.178 wisatawan nusantara (wisnus). Sebagian besar wisman yang datang ke Sulteng berkunjung ke Pulau Togean sebagai pulau terbaik untuk atraksi underwater. Pulau Togean menjadi destinasi wisata bahari kelas dunia,” kata Esthy.

Esthy berharap untuk meningkatkan kunjungan wisman, khususnya ke Pulau Togean, sebagai ikon marine tourism kelas dunia tersebut, Sulteng harus memiliki bandara internasional.

“Harapan saya bandara internasional nantinya
ada penerbangan langsung dengan waktu
tempuh 2-3 jam, sementara bila melalui jalan
darat ke Ampana berjarak 375 km ditempuh
sekitar 10 jam. Dengan adanya 30 event unggulan Sulteng yang 3 tiga event diantaranya masuk dalam 100 CoE WI 2019 menjadi andalan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sulteng,” pungkasnya.

Pada keaempatan yang sama, Bupati Banggai, H. Herwin Yatim, MM, mengucapkan
terima kasih dan mengapresiasi pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pariwisata RI, yang telah mempercayakan Kabupaten Banggai masuk pada CoE Wonderfull Indonesia Tahun 2019 bersama dua daerah lain di provinsi Sulteng.

“Ini suatu kehormatan bagi kami yang dipercayakan oleh pemerintah pusat untuk menyelenggarakan event nasional di Kabupaten Banggai. Semoga kepercayaan ini, bisa kami laksanakan sebagaimana yang diharapkan,” tandas Herwin.

Tiga event unggulan Sulteng yang masuk ke dalam 100 CoE Wonderfull Indonesia 2019 yakni Festival Pesona Teluk Tomini (FPTT) yang akan berlangsung di Pantai Kayubura (lokasi Sail Tomini 2015), Kabupaten Parigi Moutong, pada 19-23 April 2019.

Selain itu, masih ada Festival Pulo Dua, yang akan berlangsung di Kecamatan Balantak Utara, Kabupaten Banggai, pada 25-28 Juli 2019. Festival tahunan Pulo Dua menampilkan berbagai budaya serta keanekaragaman flora, fauna, dan daya tarik panorama alam Kabupaten Banggai.

Serta Festival Danau Tektonik Poso, akan
berlangsung di Danau Poso, Kecamatan Tentena, Kabupaten Poso, pada 25-28
Agustus 2019 mendatang. Festival budaya yang digelar sejak 1989 ini menjadi event unggulan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sulteng.(dewi/diskominfo banggai)

Bagikan :