TAK SUKA DI KONFIRMASI , KAPOLSEK PERBAUNGAN BLOKIR HP WARTAWAN !!!!

Bagikan :

Nasib Nenek Ini Ibarat Sudah Jatuh Tertimpa Tangga .

Sulitnya Mencari Keadilan di Negeri Ini !!!

Sumatera Utara |

Medan, Sungguh miris nasib yang dialami Miya (bukan nama sebenarnya). Nasib nenek dua cucu ini ibarat pepatah, “sudah jatuh ketimpa tangga”. Bermaksud membela anaknya yang dikeroyok, justru dia yang ditetapkan jadi tersangka.

“Peristiwa itu terjadi pada Kamis 21 Desember 2018, ketika keluarga mertua anak saya datang dan berupaya mengusir anak saya dari rumahnya,”kata Miya kepada media, Senin (15/04/2019) di Medan. Warga Desa Bakaran Batu, Lubuk Pakam ini kemudian menceritakan kronologis kejadian itu.

Menurutnya, sehari sebelum mertua anaknya datang, anaknya sebut saja Sinta bertengkar hebat dengan suaminya yang bernama Johan Wijaya. Sinta bahkan sempat dilempar kursi oleh Johan.

Tidak tahan menghadapi perlakuan Johan, Sinta menelpon ibunya untuk menengahi pertengkaran tersebut. Miya yang datang kemudian berusaha menengahi dengan membujuk Johan agar tidak berlaku kasar pada istrinya. Namun Johan yang masih emosi tidak perduli.

Ia berupaya meninggalkan rumah yang sekaligus tempat usaha mereka di Perbaungan. Ia bahkan menantang Miya untuk melaporkan kejadian itu.
Sebagai ibu, Miya tetap membujuk Johan agar tenang dan bisa menyelesaikan pertengkaran dengan istrinya secara baik-baik.

Namun Johan yang sudah kalap itu meloncat dari steling dan langsung meninggalkan rumah dengan mobil setelah mengambil seluruh uang di laci tempat usaha mereka. Miya tak bisa menghalanginya.
Setelah Johan pergi barulah Sinta menceritakan peristiwa yang dialaminya selama ini.

Betapa hancur hati Miya mendengarnya. Tapi karena hal ini masalah rumah tangga, Miya menasehati Sinta untuk bersabar. Miya pun mengajak Sinta dan cucunya bermalam di rumah saudara mereka di Lubuk Pakam karena Sinta tidak berani tidur sendirian dirumah.
Keesokan harinya, tanggal 21 Desember 2018, Miya membawa Sinta dan cucunya berjalan-jalan ke Medan untuk menenangkan pikiran. Sekira pukul 15.00 WIB, saat hendak kembali ke rumah Sinta di Perbaungan, ditengah jalan mereka mendapat kabar, pintu rumah Sinta telah dijebol oleh abang Johan.

Sesampainya di rumah, Miya dan Sinta melihat gembok rumahnya sudah ditukar, mereka kemudian memanggil abang Johan untuk membukakan pintu. Terjadi pertengkaran, abang Johan kemudian keluar rumah dan menunggu didepan jalan. Sementara Sinta membuka pintu tempat usahanya dibantu Miya. Mereka berfikir tidak lama lagi Johan pasti pulang karena tidak membawa pakaian dan bisa menyelesaikan perselisahan itu secara baik-baik.

Tidak berapa lama datanglah kedua mertua Sinta dari Medan. Begitu turun dari mobil mereka langsung mengusir Sinta dan berusaha menutup pintu usaha apotik tersebut. Terjadi tarik menarik pintu, Sinta bertahan membuka usahanya karena suaminya belum pulang.

Sementara kedua mertua Sinta terus memaksa mengusir Sinta dan Miya. Keributan ini spontan mengundang banyak warga sekitar menonton peristiwa ini.

Melihat Sinta yang tidak mau keluar dari rumah itu, bapak mertuanya membekap wajah dan mencekik leher Sinta dari belakang. Ia memaksa menarik Sinta untuk keluar dari rumah.

Tapi Sinta melawan, ia berusaha melepas tangan mertua laki-lakinya karena kesulitan bernafas. Disaat itu ibu mertuanya menjambak rambut Sinta dengan menariknya keluar dari rumah. Tidak cukup itu, abang Johan tiba-tiba menendang perut Sinta hingga Sinta dan bapak mertuanya terjatuh. Karena terjatuh, rambut yang dijambak ibu mertuanya pun turut tercabut.

Miya saat itu hanya bisa melihat karena ia harus memegang dua cucunya. Ia pun berteriak minta tolong pada kerumunan warga. Beruntung ada warga yang menolong Sinta dan membebaskannya dari cekraman bapak mertuanya.

“Saat dibekap mulut dan mencekik lehenya, Sinta berusaha membebaskan diri dengan mengigit jari bapak mertuanya,”kata Miya.

Kerumunan warga ini ternyata mengundang polisi dari Polsek Perbaungan datang. Mereka kemudian melerai dan meminta menyelesaikannya kantor polisi. Di polsek, polisi menerima laporan pengaduan mertua laki-laki Sinta sementara Sinta disuruh menunggu diluar.

Dalam pengaduannya, mertua Sinta melaporkan pengeroyokan yang mengakibatkan jarinya luka.
Sementara hingga malam polisi belum menerima laporan Sinta, padahal saat itu kondisi Sinta sudah kesakitan hingga polisi meminta Sinta membuat visum. Atas dasar surat polisi itu Sinta kemudian mengambil visum dan harus menjalani rawat inap selama 4 hari.

“Saya bolak balik ingin bikin laporan ke Polsek Perbaungan tapi dibola-bolakan hingga Januari baru bisa buat LP di Polres Serdang Bedagai,”ujar Miya.

Yang ia herankan adalah begitu banyak warga yang menyaksikan langsung peristiwa itu dan jelas-jelas pelaku pengroyokan adalah mertua Sinta, namun dalam pengaduannya mertua Sinta membalikan fakta tersebut. “Logikanya dimana, Sinta yang bertubuh kecil ini bisa mengeroyok tiga orang, dua diantaranya laki-laki,”kata Miya.

Ia kini bahkan sudah ditetapkan sebagai tersangka pengroyokan menyusul Sinta oleh Polsek Perbaungan. “Kami hanya minta keadilan. Saya yakin masih ada keadilan di negeri ini. saat

Bagaimana mungkin kami dua orang perempuan yang bertubuh kecil ini melakukan pengeroyokan seperti yang dituduhkan,”tandas wanita berusia 54 tahun ini.

Miya hanya minta kepada aparat kepolisian untuk menjalankan tugasnya dengan professional.

(Sumber:Edrin)

Kapolsek Perbaungan AKP Gandhi Hutagaol saat di konfirmasi via wa (15/4/19) mengenai hal tersebut , langsung hp wartawan dan saat di konfirmasi melalu sellular mengatakan silahkan ke polsek suara besar  .

  • (Leodepari)
Bagikan :