BAWASLU INDRAMAYU TEMUKAN 4 TEMUAN DAN 1 LAPORAN PELANGGARAN PEMILU

Bagikan :

Indramayu, MPI

Selama masa tenang Pemilu 2019, Bawaslu Kabupaten Indramayu telah menemukan 4 temuan dan 1 laporan pelanggran pemilu di Kecamatan Lelea,  Arahan, Lohbener, Widasari, dan Kecamatan Kandanghaur. Dugaan temuan itu, meliputi dugaan pelanggaran terkait temuan politik uang (money politik), netralitas penyelengara pemilu dan kampanye dimasa tenang. Temuan itu diperoleh berdasarkan intensifitas patroli Bawaslu yang terjun langsung dan berkordinasi dengan pimpinan dan anggota Panwascam se-Kabupaten Indramayu untuk mendindak pelanggaran pemilihan umum dalam pencegahan politik uang dan kampanye diluar jadwal pada masa tenang.Ketua Bawaslu Kabupaten Indramayu, Nurhadi menjelaskan bahwa tingkat kerawanan pelanggaran pemilu justru terjadi pada masa tenang , hal itu dibuktikannya dengan banyaknya temuan pelanggarn pemilu yang ditemukan langsung oleh Panwascam di lapangan. “Pada masa tenang jelang pencoblosan, Bawaslu Kabupaten Indramayu menemukan kurang lebih 4 temuan dan satu laporan pelanggaran pemilu meliputi dugaan pelanggaran terkait temuan money politik, netralitas penyelenggara pemilu dan kampanye dimasa tenang,” kata Nurhadi dalam   siaran pressnya di kantor Bawaslu setempat, Selasa (16/4) sore.

Pencegahan money politik dan kampanye diluar jadwal kata dia sebagaimana di atur dalam Undang-undang Nomor 7/2017 tentang Pemilihan Umum yang tertuang dalam Pasal 523 ayat (2), setiap pelaksana, peserta dan atau tim kampanye pemilu yang dengan sengaja pada masa tenang menjanjikan atau memberikan imbalan uang atau materi lainya kepada  pemilih secara langsung ataupun tidak langsung sebagaimana dimaksud dalam pasal 278 ayat 2 dipidana dengan pidana penjara paling lama empat tahun dan denda paling banyak Rp. 48.000.000.00,- (empat puluh delapan juta rupiah) dan Pasal 492, setiap orang yang dengan sengaja melakukan kampanye pemilu diluar jadwal yang telah ditetapkan oleh KPU, KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota untuk setiap peserta pemilu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 276 ayat (2), dipidana dengan pidanan Kurungan Paling Lama 1 (Satu Tahun) dan denda paling banyak Rp.12.000.000.00,- (Dua belas Juta Rupiah).

Ditegaskan, semua dugaan pelanggaran tersebut sedang dilakukan penelusuran dan penindakan lebih lanjut oleh badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Indamayu, untuk mendapatkan keterangan dari para saksi dan bukti-bukti yang lebih lengkap. “Adapun barang bukti yang sudah diamankan  diantaranya adalah 174 Paket sembako (8 Karung) yang berisikan Kaos, gula pasir, teh celup, minyak sayur, stiker calon dan contoh surat suara,” tegas dia.

Menurutnya, sebelum melakukan penindakan, pihaknya melalui Panwascam, beserta Pengawas Kelurahan/Desa (PKD) dan Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) telah mencegah beberapa kegiatan pertemuan yang dilakukan oleh calon legislatif   maupun orang lain yang di Indikasi menyelenggarakan pertemuan kampanye di masa tenang. Pencegahan dilakukan dengan cara pembubaran di beberapa kecamatan. “Semoga dengan adanya penindakan oleh Bawaslu Kabupaten Indramayu dapat menekan angka kecurangan maupun pelanggaran pemilu baik yang dilakukan oleh peserta maupun penyelengara pemilu khusus untuk penyelenggara pemilu dibutuhkan Integritas dan kewibawaan demi menjaga marwah lembaga penyelenggara pemilihan umum demi terselenggaranya pemilu yang demokratis,” harap Nurhadi. (Deswin/Safaro)

 

 

Bagikan :