ULAH POSTINGAN OKNUM CALEG PARTAI NASDEM “BAWASLU SULA BERUNJUNG KE DKPP

Bagikan :
(Rahmat Firmansyah Kordinator P2D Kepulauan Sula)

Maluku Utara Mediapatriot.co.id –Berakhirnya massa kampanye pemilu 13 April menandakan berakhirnya seluruh aktifitas kampanye Pilpres dan Pileg dihentikan secara serentak termasuk di media sosial (facebook, Instagram, WA, Line, Twiter, ).

Bagi yang masih melakukan kampanye diluar jadwal yang ditentukan terutama media sosial akan mendapatkan sanksi sesuai dengan aturan yang ada.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan sejak Hari Minggi tgl 14 April sampai hari pencoblosan pada Rabu, 17 April sebagai massa tenang. Saat massa tenang, seharusnya kegiatan kampanye baik di ruang publik, di media massa maupun media sosial dilarang.

Larangan tersebut sesuai dengan PKPU Nomor 23 Tahun 2018 Pasal 53 Ayat 4 bahwa “Selama masa tenang media cetak, media elektronik, media dlm jaringan, media sosial dan lembaga penyiaran di larang menyiarkan berita, iklan, rekam jejak, citra diri peserta pemilu dan atau bentuk lainnya yang mengarah kepada kepentingan kampanye yang menguntungkan atau merugikan peserta pemilu”.

Hal demikian juga di pertegas dalam PERBAWASLU No. 28 Tahun 2018 tentang pengawasan Kampanye Pasal 36 Ayat 2 huruf b :” Selama masa tenang media cetak, media elektronik, media dlm jaringan, media sosial dan lembaga penyiaran di larang menyiarkan berita, iklan, rekam jejak, citra diri peserta pemilu dan atau bentuk lainnya yang mengarah kepada kepentingan kampanye yang menguntungkan atau merugikan peserta pemilu”.

Aturan ini berlaku bagi timses, caleg maupun paslon yang terlibat dalam Pemilu 2019 dan terdaftar di KPU. “Aturan tersebut juga bukan hanya mengatur larangan iklan kampanye di media sosial namun juga semua konsep kampanye. Prinsipnya masa tenang tidak diperbolehkan kampanye untuk semua metode kampanye”.cetus Rahmat Firmansyah

Untuk itu Pemuda Peduli Demokrasi Kabupaten Kepulauan Sula mendesak Bawaslu Kabupaten Kepulauan Sula untuk segera memproses dugaan pelanggaran kampanye pada media sosial (Facebook dengan akun atas nama Saf Gailea) pada tgl 16 April 2019 sekitar pukul 19.15 WIT, oleh Safrin Gailea Caleg DPRD Kabupaten Kepulauan Sula Dapil I Kecamatan Sanana dari partai Nasdem, yang mana telah nyata yang bersangkutan melanggar ketentuan UU No. 7 Tahun 2017 pasal 267 ayat 1 & 2 yg juga ketentuan pidana nya sudah di atur dalam pasal 492 bahwa : Setiap orang yang dengan sengaja melakukan Kampanye Pemilu di luar jadwal yang telah ditetapkan oleh KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota untuk setiap Peserta Pemilu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 276 ayat (2), dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun dan denda paling banyak Rp12.000.000,00 (dua belas juta rupiah).

Banyak pelanggaran yang dilakukan oleh oknum caleg yang sengaja melakukan many politik dan kampanye terselubung,padahal kita ketahui bersama bahwa kampanye sudah berakhir namu caleg yang dari partai Nasdem atas nama Saf Geilea sengaja mengaplod foto stikernya di akun facebooknya pada massa tenang.ujar Rahmat

(Bukti aplodtan caleg pada massa tenang)

Jika masalah tersebut tidak di seriusi oleh Bawaslu Kepulauan Sula, maka kami akan melakukan demonstrasi dan mosi tidak percaya terhadap Bawaslu Kepulauan Sula dan akan kami laporkan ke DKPP.” Tutupnya89

 

Bagikan :