PENINGGALAN BELANDA DI SUKABUMI YANG MASIH LESTARI

Bagikan :

SUKABUMI -Banyak sejarah dan kisah terjadi di Sukabumi, selain Pertempuran Bojong Kokosan yang terjadi ketika konvoi tentara Inggris (Sekutu) hendak memperkuat pasukannya di Bandung dan disergap para pejuang Indonesia di kawasan Bojong Kokosan, Sukabumi juga banyak memiliki bangunan sejarah peninggalan belanda yang masih berdiri kokoh salah satunya pendopo kabupaten Sukabumi Jln Achmad yani Kota sukabumi yang saat ini digunakan sebagai salah satu Rumah Dinas Bupati Sukabumi dan sering dijadikan Pusat kegiatan pemerintah atau pun masyarakat di wilayah utara Kabupaten Sukabumi.

Dilihat dari arsitekturnya bangunan ini masih bergaya Indische empire style sekitar abad ke-18 dan ke-19. Gaya arsitektur ini merupakan gaya arsitektur percampuran antara barat (Eropa) dan Timur (Jawa/Sunda) yang dipopulerkan Daendels dengan menggunakan material lokal.

“Saya dibantu Kang Dida salah satu pemerhati sejarah di Sukabumi, dan mendapatkan foto pendopo atau kegiatan seputar pendopo yang di jalan Achmad Yani ini” ucap Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Herdy Somantri yang akrab di sapa Bima, Jumat (19/04/2019)

Beberapa foto pendopo dan kegiatan di sekitar pendopo didapat Bima dari sahabatnya itu mulai dari foto bangunan, kegiatan sekitar pendopo dan aktifitas keluarga pendopo

“Banyak nilai sejarah yang perlu di gali di pendopo Sukabumi termasuk cerita mistis dan misteri yang belum terpecahkan di peninggalan bangunan belanda itu” terang Bima.

Bima mengaku Dirinya dan temannya akan mencari kisah dan misteri yang ada di pendopo Sukabumi,

Saat ini pendopo Sukabumi tampil lebih menarik dengan hiasan hiasan lampu serta kolam di sekitar halamannya, banyak warga yang berkunjung untuk berselfie serta duduk di halaman depan pendopo.

“Kalau malam hari lebih indah dengan lampu lampu taman dan banyak orang berselfie, sementara kalau siang pengunjung biasanya duduk duduk di tepi kolam untuk melakukan terapi ikan” pungkasnya.

Wartawan : Sopandi
Editor : Hamdanil Asykar

Bagikan :