KEKALAHAN SUARA JOKOWI DI ACEH KARENA TIDAK SANGGUP MENANGKAL ISU SARA DAN HOAX

Bagikan :

Jakarta MPI- Acara Syukuran Pemenangan Jokowi-maruf Amin di rumah aspirasi memberikan inisiatif bagi Pimpinan GAM dari Aceh Sufani Syekhy Usman yang biasa disapa Tengku Syekhy untuk menemui Bridjen (Purn) Edison Napitupulu untuk memberikan penjelasan situasi sebenarnya di Aceh.

” Selama ini kita bergerak untuk memenangkan Jokowi dengan bekerja sangat keras, fokus dan serius.Kami dirikan Komunitas GAM Indenpendet karena di Aceh sendiri ada juga Komunitas GAM pendukung Prabowo-Sandiaga Uno. Mereka bergabung ke Partai Aceh, partai lokal di Aceh, jadi kita melawan dan berkompetisi dengan Partai Aceh pungkas Tengku Syekhy kepada awak media di Rumah Aspirasi, Menteng Jakarta pusat, Minggu (21/4/2019).

Perolehan suara dalam Pilpres 2019 untuk Jokowi-maruf Amin di Aceh kalau telak dibanding rivalnya Prabowo-Sandiaga Uno, perolehan. Suara Jokowi tidak sampai 20%.
Penyebab kekalahan yang cukup besar sudah termakan berita Hoax terutama menyangkut masalah Agama, Pelarangan Azan dan berkumpul orang di mesjid, terutamanya masuknya paham Komunis serta isue Cina yang sedang dihembuskan pihak lawan terhadap Jokowi.
Isu-isu inilah yang sangat berat untuk kita lawan di Aceh tutur Tengku Syekhy.

Abdul Somad, AA gym disamping masuknya Vidio ceramah Habib Rizik membuat pilihan masyarakat Aceh condong ke pasangan Prabowo-Sandiaga Uno.

Strategi yang dibuat kubu paslon 02 memakai ulama yang menjadi panutan kebanyakan masyarakat Aceh, membuat mereka mengikuti perkataan para ulama.
2000 anggota GAM Indenpendet terus bergerak mempengaruhi masyarakat terutama untuk menangkis isu yang mengatakan bahwa Jokowi itu anti Islam.

Sebenarnya para ulama dan masyarakat diAceh sebagian sudah kembali posituf ke Jokowi, namun karena minimnya dukungan Tim Kampanye Nasional (TKN) dan Tim Kampanye Daerah (TKD) dalam bentuk dukungan seperti Saksi pemilu.
Jadi kerja kami menjadi sia sia, karena kami kewalahan dalam pendampingan masyarakat Aceh mendukung Jokowi-Maruf Amin, sebetulnya respon masyarakat Aceh terhadap Jokowi sangat positif terutama bagi Pembangunan Aceh selama kurun waktu 5 tahun ini ujar Tengku Syekhy.
Jokowi satu satunya Presiden Indonesia yang paling sering berkunjung ke Aceh, apalagi sosok Jokowi yang Demokratis dan religius.

Menurut Tengku Syekhy sosok Presiden Jokowi bekerja tulus, serius dan merakyat dalam membangun Program Pembangunan yang merata dan berkeadilan sosial terutama untuk diluar Pulau Jawa.
Jokowi sangat memihak kepentingan rakyat dan jauh dari sifat Otoriter, mengakhiri pembicaraan dengan para awak media.(Ine)

Bagikan :