CILETUH DI KENAL SEJAK JAMAN BELANDA

Bagikan :

SUKABUMI-Ciletuh yang kini dikenal sebagai destinasi wisata dunia dan telah di tetapkan sebagai UNNESCO GLOBAL GEOPARK ternyata sudah dikenal sejak jaman Belanda, bahkan teluk Ciletuh sudah disinggahi kapal-kapal VOC yang melakukan pemetaan pantai selatan untuk pertamakalinya,

“mereka menyebut Ciletuh sebagai pantai yang mempunyai batu-batu kristal tua, tidak terkecuali Van Rebeek tahun 1709 menurunkan sauh di Ciletuh sebelum mereka berangkat ke Pelabuhanratu (Wijnkoopsbaai), sebelum akhir 1930an” jelas Dida Hudaya selaku pengiat sejarah Sukabumi yang tergabung dalam komunitas Kelompok Informasi Jelajah Sejarah Sukabumi (JSS), Rabu (24/04)

Dida menambahkan bahwa dalam sejarah tempo dulu lokasi yang terkenal dipantai selatan Sukabumi itu hanya ada dua yaitu Wijnkoopsbaai dan Sandbaai (Ciletuh) sedangkan Ujung Genteng (Gentengbaai) baru dibangun akhir 1930an untuk mengantisipasi peperangan dengan Jepang

“konon ini pelabuhan tertua di Sukabumi yang sudah ada sejak masa kerajaan Tanjung Kidul (150 M), Pelabuhanratu sendiri mulai menjadi pelabuhan semi modern saat VOC mengalami kebangkrutan 1799 dengan dibangunnya gudang gudang VOC untuk evakuasi sehingga muncul dermaga sekoci awal di Gado Bangkong sebelum pembangunan secara modern pada awal 1900an” tambahnya.

Masih menurut Dida, Pada masa awal tidak ada yang berani memasuki Ciletuh dari darat tetapi selalu dari laut, ketika perkebunan masuk dan orang- orang Belanda membuat penggilingan padi di Ciletuh barulah dimulai perjalanan darat yang sebenarnya masih sulit,

“Sebagian besar seperti Junghunn mendatangi Ciletuh melalui laut dari Pelabuhanratu, bahkan kapal Uap KPM melayani jalur Pelabuhanratu-Ciletuh mulai 1890-1923 dengan kapal Speelman dalam waktu 2 jam, mulai 1900 lalu lintas ke Ciletuh cukup ramai karena ditambah adanya tempat berburu yaitu Cikepuh yang dulu disebut juga Cibanteng, meskipun tahun 1929 sudah ada reservasi pemerintah, namun karena peran Venatoria yang merupakan sebuah organisasi berburu yang dipimpin orang terhormat yaitu keluarga Kerkhoven, tempat tersebut masih jadi tempat ramai” paparnya

“Perusahaan paket KPM yang dipimpin Eekhout yang tinggal di Pelabuhanratu sejak 1903 benar-benar menguasai jalur tersebut. Munculnya perkebunan sekitar Ciletuh seperti Ciemas bahkan sempat ada onderneming Ciletuh dan penggilingan penggilingan padi (Novelis E Du Perron sempat punya penggilingan padi di Ciletuh) memunculkan rancangan pembangunan jalan kereta dari dua arah yaiitu Bandung Ciletuh melalui pagelaran agrabinta, dan jalan kereta api Cicurug Pelabuhanratu bersambung melalui Jampang” tambahnya

Namun menurut Dida, kedua rancangan pada akhirnya tidak terlaksana oleh sebab-sebab tertentu.

“Tetapi sektor bisnis tetap berjalan seperti perusahaan kelapa mulai bermunculan bahkan pengolahan batu membawa dinamit untuk mengambil batu-batuan disana, sementara keindahannya masih menjadi destinasi para pengunjung, tempat yang dikenal seperti Bale Kambang karena berdekatan dengan sungai Ciletuh, kemudian disebutkan ada taman bunga dan hamparan sawah dan banyak air terjun seperti Cimarinjung” terangnya

Wartawan : Sopandi
Editor : Hamdanil Asykar

Bagikan :