Dansektor 7 Saksikan Pemberian Surat Paksaan Pemerintah Kepada Dua Pelaku Industri Oleh DLHK Kab Bandung.

Bagikan :

Pengawasan dan pemantauan terhadap pelaku Industri di Kabupaten Bandung terus dilakukan oleh Pemerintah Kab Bandung dan Satgas Citarum.

Hari ini dua (2) pelaku industri diberikan Sanksi Paksaan Pemerintah oleh Dinas Lingkungan Hidup di Aula Rapat Dinas LHK Komplek Pemda di Soreang Kab Bandung, Selasa (30/04).

Kedua Perusahaan itu adalah PT Bina Citra Kharisma yang masih bermasalah dengan baku mutu limbah dan PT Idar Buana terkait kemasan bekas limbah B3 di luar TPS.

PT Bina Citra Kharisma diberikan waktu selama dua (2) Minggu untuk mengoptimalisasikan IPAL dan pengurusan IPLC nya, sementata PT Idar Buana diberi batas waktu 1 hari untuk melakukan Clean Up limbahnya, serta mengajukan ijin penyimpanan limbah B3 kepada instansi terkait paling lama 2 Minggu.

Keduanya melanggar UU no 32 tahun 2009 tentang perlindungan pendelolaan lingkungan hidup.

Surat Paksaan Pemerintah langsung diberikan oleh Kadis LHK Kab Bandung Asep Kusuma S,sos yang didampingi oleh Kabid Pengendalian Pencemaran dan Penataan Hukum Lingkungan Endang Widayanti.

Turut hadir dalam pemberian Surat Paksaan Dansektor 7 Kol Kav Purwadi satgas Citarum, Danramil Dayeuhkolot, Muspika Dayeuhkolot, Kades Cangkuang Wetan serta Perwakilan dari kedua perusahaan.

Menurut Kadis LHK Asep Kusumah, pemberian Surat Paksaan ini merupakan bagian dari tugas LHK dalam mengawasi para pelaku industri.

” Permasalahan pengelolaan limbah plastik terkontaminasi B3 seharusnya menjadi tanggung jawab Industri sebagai penghasilnya,” Kata Kadis DLHK.

” Sangat disayangkan apabila industri tidak melakukan pengelolaan sesuai dengan ketentuan, nanti nya akan merugikan masyarakat,” Ujar Asep Kusumah.

Ditambahkan Kadis LHK,” Oleh karena itu DLH menerbitkan sanksi administrasi paksaan Pemerintah agar perusahaan menghentikan pelanggaran tersebut, kami juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak menerima limbah Kasan yang terkontaminasi B3,” Tegasnya.

Sementara itu, Dansektor 7 Kol Kav Purwadi menyayangkan masih adanya pelaku industri yang melanggar aturan yang sudah diterapkan.

” Meskipun sudah diperingatkan dan diarahkan, pihak perusahaan masih saja mencari cara untuk melanggar,” Ungkap Dansektor 7.

” Perusahaan itu patut diberi sanksi sebagai efek jera agar tidak mengulangi lagi, dan kami akan terus memantau dan mengawasi perusahaan tersebut.” Pungkas Kol Kav Purwadi.
(Rie).

Bagikan :