Hengki Kurniawan Dukung Bupati Umbara Bersikap Tegas Pada Perusahaan Yang Tidak Sepakati UMK 2019.

Bagikan :

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil beberapa waktu yang lalu telah menetapkan besaran Upah Minimum Kab. Bandung Barat (UMK) tahun 2019 sebesar Rp. 2.898.744,63.

Namun, hingga saat ini hanya beberapa perusahaan saja yang siap melaksanakan ketentuan tersebut,
Karena banyak perusahaan yang masih keberatan terhadap ketentuan besaran UMK tersebut.

Bupati Kab Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna menghimbau para pengusaha untuk menerima keputusan tersebut, karena itu merupakan keputusan bersama antara Pengusaha, Buruh dan Pemerintah.

Hal tersebut sudah sesuai dengan kebutuhan hidup layak dan pertimbangan yang dapat mengakomodir seluruh pihak.

Bulan Desember yang lalu, tepatnya di Ngamprah dalam acara sosialisasi upah minimum Kabupaten Bandung Barat (UMK) 2019, Umbara menegaskan tidak boleh ada pengusaha yang tidak menerima keputusan ini.

“ Apabila ada pengusaha yang tidak menerima hasil kesepakatan UMK 2019 yang sudah disepakati, ya ga usah usaha disini,” Tegasnya.

Menyikapi hal tersebut, Wakil Bupati KBB Hengki Kurniawan menyatakan dukunganya terhadap keputusan Bupati Umbara, dan berharap hal tersebut dapat segera direalisasikan.

“Di hari buruh (May Day) ini saya berharap pak Bupati tegas terhadap kebijakannya dan bisa segera dilaksanakan. Selain ada MOU dengan serikat buruh, pak Bupati sempat menyampaikan bahwa perusahaan-perusahaan di KBB yang tidak sepakat dengan UMK KBB maka hengkang saja,” tutur Hengki. Rabu (01/05).

Di suasana hari buruh ini, Hengki berharap pak Bupati menindak tegas terhadap perusahaan-perusahaan yang tidak membayar upah buruhnya sesuai dengan UMK 2019.
(Rie).

Bagikan :