Aspihani Kritisi, Pemindahan Ibukota Hanya Pengalihan Isu Pemilu

Bagikan :

Mediapatriot.co.id –Banjarmasin — Rencana pemindahan ibu kota negara yang diusulkan Presiden Joko Widodo ke luar Pulau Jawa pindah ke Pulau Kalimantan dinilai tokoh LSM Kalimantan ini hanya sebatas pengalihan isu Pilpres yang marak dugaan kecurangan dalam penghitungan suara di berbagai daerah. Hal ini dalam siaran persnya yang disampaikan langsung oleh Direktur Eksekutif Lembaga Kerukunan Masyarakat Kalimantan (LEKEM KALIMANTAN), Aspihani Ideris, Selasa (07/05/2019) di Banjarmasin.

Aspihani mengatakan, dirinya sangat mendukung wacana pemindahan ibu kota negara yang direncanakan oleh Presiden Joko Widodo pindah ke Kalimantan, namun menurutnya saat ini kondisinya dianggapnya kurang telat dan terkesan pengalihan isu saja.

Anda lihat sendiri, di KPUD Cianjur ricuh hanya gara-gara suara paslon 02 Prabowo-Sandi hilang 10 ribu suara. Bahkan menurut Aspihani, di berbagai daerah hasil Real Count KPU berbeda dengan hasil pleno KPU kabupaten/kota.

“Ribuan suara Prabowo-Sandi hilang percuma di berbagai daerah, dan anehnya lagi suara Jokowi-Ma’ruf malah melambung drastis diluar akal manusia biasa. Apakah ini dalam kewajaran?,” ujar Dosen Fakultas Hukum UNISKA Banjarmasin ini.

Aspihani menjabarkan, pemindahan ibu kota negara ini tidak semudah yang dibayangkan, karena perlu waktu yang panjang dan pengkajian yang maksimal.

“Dalam pembangunan ibu kota itu harus memiliki puluhan ribu hektar lahan dan dipastikan memakan biaya yang cukup besar, yaitu ratusan triliun. Prosesnya juga akan menghabiskan waktu yang cukup panjang, paling tidak 10 tahun untuk melakukan pembangunan dan pemindahan berbagai kantor pemerintahan dan perwakilan negara-negara lain,” tutur Aspihani.

Dari itu, Aspihani Ideris yang diketahui juga berprofesi sebagai Advokat dan Pengacara Kalimantan ini mengharapkan, niat presiden Jokowi ditunda dulu sampai selesai penghitungan suara hasil Pemilu Presiden dan Wakil Presiden. Kalau KPU sudah mengumumkan hasil positif dari Pemilu tersebut, baru Presiden Jokowi melanjutkan niat baiknya tersebut untuk memproses pemindahan ibu kota negara keluar dari Jakarta.

“Wacana pemindahan ini cuma bertujuan untuk pengalihan isu kecurangan Pilpres saja”, tegas Ketua DPD Gerakan Rakyat Dukung Prabowo (GARDU PRABOWO) Kalimantan Selatan ini.

Aspihani menilai tidak ada urgensinya membicarakan pemindahan ibu kota sekarang ini. Apalagi yang dijadikan alasan soal kemacetan dan memindahkan pusat pemerintahan.

Pak Jokowi, tolonglah bersikap sebagai seorang Presiden RI. Bersikaplah sebagai Negarawan dengan mengawal Pemilu 2019 ini hingga selesai tuntas. Inilah tugas utama anda saat ini. Anda sudah bukan Capres lagi tetapi sudah kembali menjadi Presiden RI saat ini. Tolong diselesaikan masalah-masalah terkait Pemilu 2019 sebelum mengurusi hal lainnya.

Sebaiknya menurut Aspihani, Presiden Jokowi fokus penyelesaian hasil Pemilu dulu, “Saat ini masyarakat sedang menanti dengan resah atas Hasil Pilpres dan Pileg 2019. Tolong jangan diganggu dengan melemparkan wacana-wacana yang belum saatnya untuk dibahas,” pungkasnya. (fri)

Bagikan :