Polda Sulteng Serahkan Tahap II Gus Nur Kepada Kejaksaan

Bagikan :

PALU, SULAWESI TENGAH, mediapatriot.co.id_Setelah melalui proses penyelidikan dan penyidikan selama kurang lebih 10 (sepuluh) bulan, akhirnya tersangka Sugi Nur Raharja alias Gus Nur alias Cak Nur, diserahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tengah (Sulteng), Kamis (09/05).

Hal ini diungkapkan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulteng, Brigjen Pol Lukman Wahyu Hariyanto, melalui Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulteng, AKBP Didik Supranoto, SIK.

Kabid Humas mengungkapkan bahwa setelah panggilan pertama tersangka tidak menghadap karena kegiatan dakwah di luar Sulawesi, pada hari ini tersangka didampingi penasehat hukumnya, Chandra Purna Irawan, SH, MH, memenuhi panggilan Penyidik Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Sulteng.

“Sebelum diserahkan ke Kejaksaan, tersangka terlebih dahulu mengikuti pemeriksaan kesehatan di Ruang Biddokkes Polda Sulteng. Tersangka dianggap sehat dan layak menghadapi proses hukum selanjutnya dan diserahkan kepada JPU yang diterima oleh Kasi Pidum Kejari Palu,” ungkapnya.

Lebih lanjut Kabid Humas mengatakan bahwa penyerahan tersangka dan barang bukti perkara Cak Nur untuk memenuhi kewajiban penyidik sebagaimana Pasal 110 ayat (4) KUHAP.

“Bahwa penyidik setelah menyerahkan Berkas Perkara tahap I dan hasil penelitian JPU sudah menyatakan lengkap (P.21) maka untuk tersangka dan barang bukti selanjutnya diserahkan kepada Pihak kejaksaan. Dan hari ini, setelah pemeriksaan kesehatan penyidik menyerahkan tersangka ke Jaksa. Penyerahan dipimpin langsung oleh Kasubdit V Siber
AKBP Achmad Muhaimin, SIK,” urainya.

Bersama tersangka, lanjutnya, juga diserahkan barang bukti berupa 3 lembar Screen Shoot Channel You Tube Munjiyat, dan 1 buah VCD yang berisi Video rekaman.

Kabid Humas menyampaikan bahwa kasus yang menjerat tersangka Cak Nur bermula dengan adanya Laporan ke Polda Sulteng terkait unggahan disalah satu platform Media Sosial pada November 2017 dengan nama akun Munjiyat Channel dan orang yang didalam video tersebut adalah tersangka Cak
Nur.

Berdasarkan laporan tersebut, Cak Nur dinilai telah melakukan penyebaran ujaran kebencian terhadap salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia.

“Proses penyidikan terhadap Cak Nur merupakan upaya penegakkan hukum yang dilakukan oleh Kepolisian karena adanya laporan dari masyarakat. Perlu kita ketahui bahwa negara kita adalah negara Hukum. Dan semua orang mempunyai kedudukan yang sama dihadapan hukum,” tuturnya.

Kabid Humas juga menerangkan bahwa kasus yang menjerat Cak Nur bukanlah kriminalisasi ulama.

“Kasus yang menjerat Cak Nur bukanlah kriminalisasi ulama. Terlebih Polda Sulteng melalui program yang dibangun Kapolda Sulteng mengawali memimpin Polda Sulteng dengan bersilaturahim dengan Ulama, menyebar Pejabat Utama Polda Sulteng untuk melaksanakan Program Subuh berjamaah, Safari Jumat dan dibulan Ramadhan melaksanakan safari Ramadhan. Program tersebut adalah bentuk-bentuk penghormatan
Polri untuk selalu dekat dan mencintai ulama,” tegasnya.

Cak Nur dijerat dengan Pasal 28 Ayat (2) UU No.11 Tahun 2008 tentang ITE, dengan ancaman pidana penjara selama 6 tahun penjara dan pidana denda Rp.500.000.000,- (Lima Ratus Juta Rupiah).(adm/release)

Bagikan :