Benteng Putra Putri Indonesia Menolak FPI

Bagikan :

Mediapatriot.co.id — Jakarta —
Bersama rakyat Indonesia yg cinta damai di Jakarta Kamis
(10/05/2019), bertempat di Depan Kemendagri Pusat, Jalan Merdeka Utara Jakarta Pusat , Rakyat Indonesia menggelar Aksi menolak perpanjangan SKT FPI yang diikuti oleh kurang lebih 200 peserta.

Massa aksi mulai berkumpul pukul 13.00-13.30 Wib, aksi ini berlangsung mulai dari pukul 13.35 hingga pukul 17.00 WIB. Adapun kegiatan diisi sesuai dengan kesepakatan bersama antara lain : Pembukaan dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya kemudian orasi serta menyanyikan lagu – lagu perjuangan.
Orasi diwakili dari berbagai pihak yg menolak FPI sekaligus menolak perpanjang SKT FPI
Deklarasi ini merupakan sikap penolakan sebahagian warga negara Indonesia terhadap segala bentuk paham-paham maupun ideologi yang dapat mengancam keutuhan NKRI yang ingin menggantikan azas tunggal yaitu Pancasila sebagai dasar negara.

Atas Anugerah Tuhan Yang Maha Esa, dengan ini menyatakan :

“KamiMenolak berbagai organisasi dan gerakan-gerakan yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan Kebhinnekaan seperti gerakan radikal, intoleran, dan terorisme berkembang di Indonesia.
Bertekad menjadikan serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila, Undang-undang Dasar Republik Indonesia 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai pedoman kehidupan dalam berbangsa dan bernegara.
Berjuang mengembangkan nilai-nilai ajaran keagaman yang moderat, toleran, menghargai kemajemukan realitas budaya dan bangsa.
Mendukung pemerintah dalam upaya penegakan hukum dan pembubaran organisasi, pergerakan serta paham-paham radikalisme yang secara nyata bertentangan dengan Empat Konsensus Nasional yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Demikian Deklarasi Damai , semoga Tuhan senantiasa mengiringi setiap langkah perjuangan kita,” ujar Frangky Lukas Manuhutu selaku koordinator aksi.

“Siapapun, dimanapun dan kapanpun ada yang ingin menggantikan ideologi Negara Indonesia dan merongrong persatuan dalam bingkai kebhinnekaan ini, disitulah BPPRI akan menjadi garda terdepan dalam menolak usaha tersebut. Sudah sepantasnya ia yang mengaku sebagai warga negara Indonesia dan bernafas di tanah zamrud khatulistiwa, wajib dan berkewajiban menegakkan NKRI sampai tetes darah penghabisan.
Hidup Rakyat Indonesia!
Hidup Bangsa Indonesia!
NKRI harga mati!
Hal ini dapat menjadi pertanda kuat bahwa Rakyat Indonesia yang sudah sepantasnya menjadi garda terdepan di dalam menjaga warisan-warisan baik yang diberikan oleh para pendiri bangsa lewat kucuran keringat, air mata, dan darah.
Salam Satu Kesatuan, Kita Indonesia,” pungkas
Frangky Lucas Manuhutu. (fri).

Bagikan :