DI SINYALIR ADANYA PUNGUTAN KE PEDAGANG PASAR UNTUK KEPEMILIKAN KIOS DAN LOS PASAR

Bagikan :

Indramayu, MPI
Pasar Rakyat Daerah Kandanghaur dibawah naungan oleh Drs. E. Trisna Hendarin, M.Si sebagai kepala Dinas Disperindag, Kabupaten Indramayu yang belum lama dibangun oleh Anggaran Pemerintah Pusat (APBN) dengan anggaran 5-6 Milliar tahun 2018. Setelah pelaksanaan pembangunan selesai, dan siap ditempati oleh para pedagang.

Namun muncul menjadi polemik yang terjadi dikalangan masyarakat pedagang pasar Kandanghaur. Karenakan ada oknum Kepala Pasar ( H. Ratijah ) yang telah menjanjikan kepada pedagang kaki lima yang ingin menempati diharuskan membayar untuk menempati kios atau los tempat untuk para pedagang.Pedagang boleh menempati masuk ke lokasi bangunan pasar, pada tahap pendaftaran ke 2. Ternyata sebelum yang di janjikan H Ratijah sudah mengingkari janjinya dengan mengelak dan berdalih mengatas namakan Dinas. H. Ratijah memintai uang kepada setiap orang yang ingin masuk ke tempat Kios atau Los pedagang ( gedung pasar) senilai 10 juta sampai 50 juta, tanpa kwitansi. Ada salah satu pedagang yang ingin membrontak ( YADI ), karena ingin menanyakan tentang aturan yang di omongkan sama H. Ratijah.Sekarang H Ratijah pindah di pasar bangkir. Salah satu oknum wartawan berinisial M mengatakan Salah satu korbannya adalah saudara saya sendiri ( SUKARI ) dan Puluhan orang mas yang harus menyetor dengan dalih telah dimusyawarahkan. Sekarang kepala pasarnya baru. Dia tidak tahu menahu katanya.

Hasil keterangan dari narasumber yang baru di ketahui 10 orang, salah satunya orang Jangga, Waktu menjanjikan sebelum gedung pasar siap di tempati. Di antara nama-nama korban yang baru di ketahui. 1 . JUJUN Rp 10 Jt . 2 SUKARI .Rp 10Jt . 3 RUSTANI Rp 10 Jt . 4 PAI . Rp 12 Jt . 5. JONO . Rp 5 Jt . semuanya di tekan oleh H. Ratijah, karena ada salah satu staff wakil kepala pasar karyawan pasar yang terlibat lansung namanya Ade Khodriyama telah mengaku disaat sedang dikonfirmasi oleh awak media.

Dalam pengakuanya, Ade mengatakan bahwa saya hanya ditugaskan oleh Pimpinan Dinas, bahwa saya disuruh Dinas memintakan uang, untuk penempatan, los atau kios yang telah dirapatkan dan sudah komitmen serta jangan tahu orang luar. Jumlah kios 129, los 168 dan pedagang yang berdagang seitap hari berjumlah 100 orang.
Ratijah saat dikonfirmasi awal mengelak bahwa ia tidak memungut uang penempatan kios, namun setelah lama ngobrol sama media akhirnya ia mengakuin bahwa ia mengatas namakan dinas memintakan sejumlah 10-50 juta, kepedagang pasar yang ingin menempatkan kios dan Los pasar rakyat daerah Kandanghaur, Kabupaten Indramayu. Permintaan tersebut dengan berdalih dan alesan bahwa pedagang pasar banyak yang tidak punya surat ijin berdagang.

Beni bernadus Kepala Bidang Pengelolaan Pasar saat diwawancara oleh media ia mengatakan bahwa permasalahan ini diserahkan oleh Kepala Disperindag Kabupaten Indramayu Drs E. Trisna Hendarin, M.Si. sebagai pemegang kebijakan dan pengambil keputusan.

Kepala Dinas trisna saat ditemui diruangnya, mengelak adanya pungutan yang terjadi di pasar kandanghaur. Ia hanya mengatakan bahwa itu hanya tagihan retribusi yang di pungut tidak ada lain.(Deswin Nazamudin/Maman)

Bagikan :