Kolonel Kav Purwadi Terima Kunjungan INDOHUN Dan University Of Edinburgh Terkait Penelitian DAS Citarum.

Bagikan :

Indonesia One Health University Network (INDOHUN) bersama University Of Edinburgh mengunjungi Posko Utama sektor 7 di Perumahan Cluster Rancamanyar, terkait penelitian untuk mengatasi krisis sungai Citarum dengan menggunakan pendekatan multisektoral. Selasa (14/05).

Kunjungan tamu Veleka Georgieva dan Anna Nurhalimah, langsung diterima Dansektor 7 Kol Kav Purwadi yang didampingi Danki Sektor Kapten Czi Nurkamal.

Tujuan dari kunjungan tersebut, adalah untuk melakukan wawancara dengan Dansektor tentang pendekatan yang digunakan untuk menangani masalah polusi di sungai Citarum.

Dalam keterangannya, Dansektor memaparkan tentang progres penanganan DAS Citarum dari selama TNI bertugas, sampai dengan sekarang.

Selain itu Kol Kav Purwadi juga memaparkan rencana aksi yang ada di sektor 7 dari mulai tahun 2018 sampai 2019, termasuk kemajuannya.

Setelah memaparkan rencana aksi, Dansektor 7 mengajak dua orang tamunya untuk melihat langsung pengerukan sedimentasi di Rancamanyar dan penyulingan air bersih di Sukamukti.

Kepada mediapatriot, Kol Kav Purwadi menyampaikan,” Kunjungan kali ini dalam rangka penelitian mahasiswa yang tergabung dalam INDOHUN, sebagai penanggung jawab nya adalah Prof, Drh Wiku Bhakti Bawono Adisasmito Msc, P.hd.” Ujar Dansektor 7.

” Mereka akan mengadakan penelitian dengan judul ‘ kerjasama multisektoral dalam penanganan DAS Citarum ‘ hal ini sangat baik untuk sharing dan mendapatkan data serta saran masukan secara akademisi untuk penanganan DAS Citarum,” Ungkap Kol Kav Purwadi.

Sementara itu menurut Anna Nurhalimah dari INDOHUN mengatakan bahwa Indohun adalah jaringan lembaga pendidikan tinggi Indonesia yang fokus pada kolaborasi multi disiplin disektor kesehatan manusia, hewan dan lingkungan, serta untuk berkontribusi pada jaringan nasional untuk memerangi penyakit menular dan tantangan kesehatan.

” Kami sedang melakukan penelitian yang bekerja sama dengan University Of Edinburgh, untuk mengatasi krisis sungai Citarum dengan menggunakan pendekatan multi sektoral,” Beber Anna.
(Rie).

Bagikan :