Nota Kesepahaman Dan Perjanjian Kerja Sama Antara Bank sumut Dengan Pemkab Deli Serdang Dalam Rangka Penanganan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (  BPHTB  ) Dengan Badan Pertanahan Nasional (  BPN  ) , Di Hadapan Ketua KPK  RI, Agus Raharjo.

Bagikan :
 Nota Kesepahaman Dan Perjanjian Kerja Sama Antara Bank sumut Dengan Pemkab Deli Serdang Dalam Rangka Penanganan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (  BPHTB  ) Dengan Badan Pertanahan Nasional (  BPN  ) , Di Hadapan Ketua KPK  RI, Agus Raharjo.
Media Patriot, Medan. Bupati Deli Serdang, H. Ashari Tambunan bersama Gubernur Sumatera Utara, Edi Rahmayadi dan seluruh kepala Daerah se Provinsi Sumatera Utara. berkomitmen bersama untuk memberantas korupsi secara terintegrasi di Sumut  , yang di hadiri oleh  :
–  Gubernur Sumatera
   Utara Edi Rahmayadi.
–  Wakil Gubernur
    H. Musa Rajeksah.
–  Ketua KPK, Agus
   Raharjo.
–  Dirjen Dukcapil
   Kemendagri Zudan Arif
   Fakrulloh.
–  Kejati Sumut,
   Fachruddin Siregar.
–  Ka. Kanwil BPN Sumut
   Bambang Priono.
–  Direktur Bank sumut
   Muchammad Budi
   Utomo.
–  Sekdaprov, SU, Hj. R
   Sabrina.
–  OPD, Provsu.
–  Bupati dan Walikota se
   Sumatera Utara.
dalam rangka menyaksikan penanda tanganan MOU Nota Kesepahaman dan Perjanjian kerja sama antara Bank Sumut  dengan Pemkab Deli Serdang, dalam rangka penanganan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan  (  BPHTB  ) ,dengan Badan Pertanahan Nasional  (  BPN  ) ,di hadapan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (  KPK  RI  ), Agus Raharjo.
di Ruang Rapat Raja Inal Siregar  Selasa 14 Mei 2019 .
Komitmen berisi beberapa poin kesepakatan  yaitu :
1 . Melaksanakan proses
     Perencanaan pengang
     garan yang mengako
     modir kepentingan
     publik, bebas interven
     si pihak luar melalui
     implementasi ,
     e –  planning.
     e –  budgeting.
2 . Melaksanakan penga
     daan barang dan Jasa
     berbasis elektronik ter
     masuk pendirian Unik
     Layanan(  ULP  ) ,Unit
     Kerja Pengadaan
     Barang dan Jasa (
     UKPBI)  ,mandiri dan
     penggunaan e – procu
     rement mandiri dan
     penggunaan e- procu
     Cuement.
3.  Melaksanakan pela
     yanan terpadu satu
     pintu dan proses
     penerbitan prerizinan
     pengelolahan sumber
     daya alam yang ter
     buka.
4.  Melaksanakan tata
     kelola dana desa ter
     masuk pemanfaatan
     Yang efektif dan akun
     tabel.
5 . Melaksanakan pengua
     tan Aparat Pengawas
     Internal Pemerintah  (
     APIP  ), sebagai
     bagian dari imple
     mentasi Sistim
     Pengendalian Intern (
     SPIP).
Gubernur  Edy Rahmayadi mengatakan  ,
Penandatanganan komitmen tersebut merupakan salah satu bentuk keseriusan Pemerintah Propinsi sumatera utara, dalam menjalankan Pemerintahan yang baik dan bersih.
Apalagi hal tersebut ke 2 dalam visi misi Sumatera Utara yang Bermartabat Dalam Politik dengan adanya pemerintahan yang bersih dan dicintai, tata kelola pemerintahan yang baik, adil, terpercaya, politik yang beretika, masyarakat yang berwawasan kebangsaan, danmemiliki kohesi sosial yang kuat serta harmonis,
Edy Rahmayadi, juga mengapresiasi peran KPK  RI, sebagai pendamping yang telah mendorong dan mendukung Pemerintah Propinsi sumatera utara dan Kabupaten /  Kota dalam upaya pencegahan Korupsi.
Apalagi pencegahan korupsi tidak cukup hanya penindakan saja.
Pencegahan korupsi memerlukan upaya yang komprehensif.
Edi Rahmayadi  ,berharap KPK terus mendukung Pemerintah propinsi sumatera utara dalam melakukan berbagai upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi. Kami berharap Pak Agus Raharjo, sering sering datang ke sini, jadi kami selalu ingat terus dan kami tak korupsi, kalau Bapak sering datang, semakin banyak orang yang ketakutan, kesadaran preventif, kami sangat berharap itu tercipta, terkhusus di Sumatera Utara.
Agus Raharjo, mengapresiasi penandatanganan komitmen bersama pencegahan korupsi Terintegrasi yang di laksanakan Pemerintah Propinsi sumatera utara dan Kabupaten / Kota di Sumut.
Hal ini di harapkan dapat meningkatkan tata kelola pemerintahan dan mencegah terjadinya tindak korupsi di Sumut.
Agus menyampaikan, KPK, melalui fungsk koordinasi dan supervisi mendorong terus perbaikan tata kelola pemerintahan di Sumatera Utara.
MelaluiProgram Pencegahan Korupsi Terintegrasi yang meliputi  9 sektor,
Yakni  :
–  Perencanaan
–  Penganggaran APBD.
–  Pengadaan barang dan
   Jasa.
–  Pelayanan terpadu
   satu pintu.
–  Kapabilitas APIP. Dana
   Desa.
–  Management. ASN
–  Otimalisasi pendapatan daerah.
–  sektor sektor strategis.
Pencegaan hari ini kita lakukan terkait dengan, Perizinan, pengadaan barang dan Jasa, bagaimana mengelola aset daerah, peningkatan penerimaan daerah.
ASN nya diperbaiki, itu bukan hanya untuk Sumatera Utara saja, itu kita monitor, nanti akan kelihatan mana yang sudah berusaha dengan perbaikan akan kelihatan di Monitoring Centre For Prevention (  MCP  ), Tegas Agus.
( Pairin )
Bagikan :