Pola Penyiraman Infus, Solusi Tepat Dansektor Pembibitan Merawat Pohon Di Musim Kemarau.

Bagikan :

Pola Penyiraman dengan menggunakan Infus menjadi salah satu alternatif untuk menjaga bibit pohon di lahan yang sulit terjangkau dan jauh dari sumber air.

Hal itu dilakukan oleh Kol Inf Choirul Anam Dansektor Pembibitan bersama Anggota satgas Citarum untuk tetap menjaga 2.65 juta Bibit pohon yang sudah tertanam dibeberapa petak Gunung Wayang Windu.

Menurut Dansektor Pembibitan bahwa pola tanam dengan menggunakan Infus ini bisa bertahan selama 24 jam.

” Infus untuk penyiraman kami buat dari botol air mineral yang dipasangkan pada ajir, setiap pohon dipasang satu botol infus air,” Terang Kol Inf Choirul Anam kepada awak media yang mengikuti sampai atas untuk melihat langsung cara melakukan pengisian botol infus. Sabtu (25/05).

” Air dibawa ke atas dengan menggunakan jerigen yang berisi 20 liter air, dan di gendong oleh satgas, sementara ini kami baru siapkan 25 jerigen, nanti akan ditambah lagi,” Ujar Dansektor.

Untuk melakukan penyiraman 2.65 juta pohon yang sudah ditanam di beberapa petak, satgas harus berjalan kaki dengan jarak tempuh antara 3 sampai 7 Km, untuk menuju lokasi.

Ditambahkan Kol Inf Choirul Anam bahwa satu hari secara bergantian satgas dan warga melakukan pengisian botol infus, karena setiap jerigen yang berisi 20 liter air hanya bisa mengisi sebanyak 80 botol infus.

” Satu hari satgas bergantian naik ke atas, satu hari naik tiga kali dan botol infus yang harus diisi sebanyak 6000 perhari,” Ungkapnya.

Saat ini botol infus terus dibuat oleh satgas dan warga, setelah mencukupi sambil lakukan penyiraman botol infus di simpan di setiap pohon, untuk satu pohon dipasang satu infus.

Seperti diketahui bahwa sektor pembibitan mempunyai tugas untuk menghijaukan lahan kritis di Gunung Wayang seluas 8000 Ha, dengan lokasi yang cukup ekstrim, penuh dengan tanjakan dan satgas melakukan itu dengan berjalan kaki setiap harinya.
(Rie).

Bagikan :