Panglima TNI Bersama Kapolri kunjungi Posko Terpadu cikopo

Bagikan :

Purwakarta,- Media Patriot Indonesia pada hari Jumat (31/5/2019), pukul 09.00 s/d selesai, Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto
dan Kapolri Jenderal Polisi Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D, melaksanakan kunjungan kerja ke Posko Terpadu Cikopo, Purwakarta, dalam rangka pengecekan Ops Ketupat Lodaya 2019

Dalam pengecekan tersebut, Panglima TNI dan Kapolri langsung disambut oleh Kapolda Jabar Irjen. Pol. Drs. Rudy Sufahriadi, Pangdam III/Siliwangi, dan Gubernur Jawa Barat H.M. Ridwan Kamil,S.T.,M.U.D, serta Pejabat Utama Polda Jabar dan Pangdam III/Siliwangi, Kapolres Purwakarta bersama Dandim 0619 Purwakarta dan Wakil Bupati Kab. Purwakarta.

Selain Panglima TNI dan Kapolri, hadir pula pada kunjungan kerja tersebut Menhub Ir. Budi Karya Sumadi, Menkes Ny. Nila Farid Moeloek, Dirut Jasa Marga Ny. Desi Aryani, Kabasarnas Marsekal Madya TNI Bagus Puruhito,S.E ,.M.M., Kakorlantas Irjen Pol Drs.Refdi Andri,M.Si., Asops Kapolri Irjen Pol. Drs.Martuani Sormin, M.Si., Asops Panglima TNI Mayjen TNI Ganip Warsito,S.E., M.M, Aslog Panglima TNI Marsda TNI Kukuh Sudibyanto, Karo Penmas Div Humas Polri Brigjen Pol Dedy Prasetyo, .Hum.M.Si. M.M, Dirjen Hubdat Kemenhub Irjen Pol Drs.Budi Setiadi, S.H, M.Si

Setelah Kapolda Jabar menyampaikan kesiapan Polda Jabar dan Jajaran dalam pengamanan Ops Ketupat Lodaya 2019, selanjutnya Menteri Perhubungan memberikan arahan. Pada kesempatan tersebut, Menhub menyampaikan Apresiasi kepada anggota yang telah melaksanakan Kinerja dengan baik, dengan penekanan bila semua kegiatan didukung dengan sarana dan prasarana yang baik maka kemacetan bisa diatasi dan menghimbau agar para pemudik baik kendaran R4 (mudik via tol) dan R2 (mudik via non tol) mengutamakan keselamatan dan tetap antisipasi dan waspada kepada arus mudik dan arus balik.

Sedangkan arahan yang diberikan oleh Menkes antara lain menyampaikan bahwa Kadinkes Jabar telah menyediakan fasilitas pos kesehatan, puskesmas sebanyak 20 puskesmas yang dilalui pemudik pada Rest Area km72, km88 dan km97 dengan pelayanan selama 24 jam dengan shift bergantian petugas kesehatan. Dihimbau agar para pengemudi memperhitungkan keselamatan, jika kelelahan agar memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada.

Selanjutnya Panglima TNI kembali menyatakan dukungannya terhadap Polri dalam rangka pengamanan Ops Ketupat 2019 serta menciptakan keamanan masyarakat terhadap gangguan dan ancaman yang ada. Disampaikan pula oleh Panglima TNI bahwa unsur TNI dan Polri bersinergi untuk menertibkan lalu lintas dengan menggelar personil dijalan untuk antisipasi potensi kemacetan dan pelanggaran lalu lintas serta melaksanakan patroli gabungan dengan unsur Polri di lingkungan tempat tinggal pemudik (Babinsa dan Bhabinkamtibmas)

Arahan terakhir disampaikan oleh Kapolri yang menyampaikan bahwa berdasarkan hasil anev perbandingan Ops Ketupat tahun 2018 dan 2019 untuk infrastruktur dan rekayasa lalu lintas dilaksanakan dengan baik. Cara bertindak jika terjadi kemacetan yang panjang dilaksanakan rekayasa lalu lintas dengan cara one way/contraflow seperti yang dilaksanakan pada tahun 2018 yang menjadi rekor one way terpanjang lebih dari 200 km.

Disampaikan pula oleh Kapolri bahwa dilaksanakan diskresi Kepolisian jika ada problem di pintu-pintu Tol terutama di gerbang tol Cikarut dan Polri bekerja sama dengan pihak tol untuk melaksanakan operasi kemanusiaan dengan cara pembebasan biaya tol (menomor dua kan keuntungan untuk sementara). Kapolrimengingatkan kembali tentang prinsip jangan sampai ada masyarakat yang tersiksa dikarenakan Macet dengan Upaya sistem Jemput bola dari petugas Tol jika terjadi kemacetan.

Dari analisa masalah ditahun 2018, bahwa kemacetan di Rest Area, dikarenakan banyak kendaraan parkir dibahu jalan, sehingga diharapkan pada tahun 2019 ini anggota Polri melaksanakan patroli terhadap sarana dan prasarana yang ada serta menjalin kerjasama dengan pihak pengelola Rest Area agar menyiapkan fasilitas kesehatan, tempat makan, souvenir, dan toilet mobile yang memadai.

Diingatkan oleh Kapolri, hambatan akses Tol menuju jateng di tahun 2018 belum fungsional, agar waspadai karena ditahun 2019 seluruh pembangunan tol menuju Jateng telah selesai menimbulkan dampak kecelakaan lalu lintas meningkat (Faktor Jalan), sehingga pada jalur tol, Jalur Pantura dan Jalur selatan untuk dipasang rambu-rambu lalu lintas dan kanalisasi ditempat restoran, pasar, dan pangkalan yang mengakibatkan arus lalu lintas macet.

Pada kegiatan tersebut, Kapolri, Panglima TNI dan Menhub RI, memberikan bingkisan kepada kepada Petugas Pos PAM TNI dan Polri yang sedang melaksanakan tugas.

(Bid.humas Polda Jabar/Lia)

Bagikan :