Tarik-menarik Status Ketum IPPMU Sul-Teng, Irfan Coli: Harus Secepatnya Diskualifikasi.

Bagikan :
Irfan Coli Kader IPPMU Sul-Teng. (Foto:istimewa)

Halut MPI Com. — Musyawarah Besar Ikatan Pelajar Mahasiswa Maluku Utara (IPPMMU- Sul-Teng) kini kembali di persoalkan oleh sejumlah Kader dalam rangka menuntut Ketua Umum (Jainudin Tamsoa-red) yang terpilih dalam Mubes ke XI yang di duga telah berstatus sebagai kepala rumah tangga atau menikah.

Tarik menarik kepemimpinan tersebut langsung di beberkan salah satu Kader IPPMU yang sementara aktif sebagai anggota dalam organisasi besar yang sudah sekian lama tumbuh sebagai platform persatuan Mahasiswa Maluku Utara.

Irfan Coly dalam rilis yang di terima awak media” mengklaim kepemimpinan Jainudin Tamsoa sangat bertentangan dengan Statuta organisasi AD/ART yang mana kalau sudah menikah tidak bisa menjabat sebagai ketua umum. Cetusnya

“Kalau kita bicara negara ada itu UUD 1945 sama halnya dengan organisasi, yah harus berjalan sesuai dengan landasan konstitusi yang sudah di tetapkan bersama jadi harus paham.

“ia juga berharap semua anggota maupun alumni bisa menyelesaikan problem ini sebab jika tidak di selesaikan maka ini akan menjadi cikal bakal organisasi IPPMU akan jatuh pada ambang kehancuran.

“Ironisnya dalam musyawarah itu semua pihak bukan menepis statusnya Jainudin Tamsoa mala mendukung sebagai kandidat bakal calon bisa-bisa berpotensi organisasi ini bubar jika kita membawa organisasi tidak pada tupoksi dan landasan konstitusi nya.

Saya juga akan membentuk rapat kembali dan akan mengundang semua KKMU dan Pembina IPPMU guna membicarakan kembali tentang status kepemimpinan Jainudin Tamsoa-red.” Geram Irfan

Lanjutnya, pihaknya meminta Jainudin Tamsoa yang sementara tinggal dalam asrama IPMMU juga harus di pertanyakan sebab orang yang telah berumah tangga tidak bisa tinggal bersama suami istri.

“Ini aib yang tidak bisa di pungkiri jika semua pihak tahu bahwa asrama IPPMMU Sulteng itu ada mahasiswa yang menikmati fasilitas Pemerintah Daerah dengan status suami istri yang tinggal dalam asrama IPPMMU, ini sangat tidak fair bahkan bertentangan dengan AD/ART. tutupnya.

Bagikan :