SATGAS PAMTAS YONIF 126/KC BERSAMA RELAWAN INDONESIA SEHAT SOSIALISASIKAN PERTOLONGAN PERTAMA KECELAKAAN KEPADA WARGA DI PERBATASAN

Bagikan :
SATGAS PAMTAS YONIF 126/KC BERSAMA RELAWAN INDONESIA SEHAT SOSIALISASIKAN PERTOLONGAN PERTAMA KECELAKAAN KEPADA WARGA DI PERBATASAN
Media Patriot, Sumatera Utara,Medan. Keerom. Prajurit Satgas Pamtas Yonif 126/KC bersama relawan Indonesia Sehat mensosialisasikan tentang Pertolongan Pertama Kecelakaan kepada warga perbatasan di Kampung Banda, Distrik Waris, Kabupaten Keerom, Selasa (11/06/2019).
Masyarakat perbatasan pada umumnya hidup dari hasil berkebun dan berburu sangat rawan terhadap kecelakaan seperti terjatuh, digigit ular, tertimpa pohon dan kecelakaan berkenderaan akibat jalan yang rusak.
Melihat kehidupan masyarakat di wilayah perbatasan yang rawan kecelakaan dan jauhnya fasilitas kesehatan yang harus ditempuh, Prajurit Satgas PamtasYonif 126/KC Pos Waris bersama relawan Indonesia Sehat mensosialisasikan Pertolongan Pertama Kecelakaan untuk membantu masyarakat apabila ada masyarakat yang mengalami kecelakaan bisa mendapatkan pertolongan dengan baik sebelum di bawa ke rumah sakit.
Bintara Kesehatan Serka Fernando Simamaora, Amd.Kep. dengan sabar dan ramah menjelaskan dan mencontohkan bagaimana menolong korban yang mengalami berbagai macam cedera mulai digigit ular, pendarahan dan patah tulang.
Kegiatan sosialisai ini sangat diapresiasi warga dan mereka senang karena didatangi langsung oleh Prajurit TNI di kampungnya.
Kepala Kampung Banda Bapak Joni Mere menyampaikan terimaksasih dan bersyukur warga Kampung Banda diberikan pengetahuan tentang pertolongan pertama terhadap kecelakaan maupun yang sakit.
Komandan Satgas Pamtas Yonif 126/KC Letkol Inf Mulyo Junaidi menyampaikan kegiatan sosialisasi pertolongan terhadap kecelakaan dilaksanakan supaya masyarakat perbatasan mempunyai pengetahuan untuk menolong temannya ketika sakit atau kecelakaan sebelum ditangani petugas medis.
“Pengetahuan penanganan pertolongan terhadap yang sakit/cedera sangat penting disosialisasikan terhadap masyarakat karena petugas medis maupun fasilitas kesehatan di wilayah perbatasan jauh sehingga sebelum ditangani petugas medis masyarakat dapat memberikan pertolongan dengan benar,” kata Dansatgas.
Sumber : Pendam I/BB
Peliput/Pengirim : Pairin
Bagikan :