Belum Siap Menikah, Perempuan Muda Kehilangan Nyawa Ditangan Pacar Sendiri

Bagikan :

LUWUK, BANGGAI, SULAWESI TENGAH, mediapatriot.co.id_AB (19), perempuan muda asal Desa Pelinglalamo, Kecamatan Buko, Kabupaten Banggai Kepulauan, harus kehilangan nyawa ditangan pacarnya sendiri, Nomen, karena belum siap menikah.

Hal ini diungkapkan Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Banggai, AKBP Moch. Sholeh, SIK, SH, MH, saat door stop oleh awak media di Mapolres Banggai, Selasa (11/06), terkait kasus pembunuhan yang terjadi di rumah kos-kosan kamar nomor 18 yang berada di Kelurahan Mangkio Baru, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai, Senin (10/06) malam, sekitar pukul 22.00 Wita.

“Jadi korban belum siap atau belum mau menikah dengan pelaku. Karena kesal dengan itu, pelaku marah dan terjadilah pembunuhan ini. Identitas pelaku diketahui bernama Nomen, warga Desa Sosom, Kecamatan Bulagi, Kabupateb Banggai Kepulauan,” ungkap Kapolres.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan, saat menerima informasi pembunuhan tersebut, pelaku lagsung diburu oleh anggata Polres Banggai. Tak butuh waktu lama, pelaku berhasil dibekuk petugas dalam usaha pelariannya.

“Tak sampai 1×24 jam pelaku berhasil dibekuk anggota Polres Banggai. Pelaku berhasil diamankan saat mencoba melarikan diri dengan ke Kabupaten Banggai Kepulauan dengan menggunakan kapal. Saat dibekuk pelaku melakukan perlawanan sehingga petugas terpaksa melumpuhkan pelaku dengan timah panas,” papar Kapolres.

Kronologis Kejadian

Pada hari Senin (10/06), sekitar pukul 19.00 Wita, pelaku datang ke rumah kos-kosan dan langsung masuk dalam kamar nomor 18 yang dihuni oleh korban dan saksi (kakak korban) Hemianti Boe (21). Dalam kamar tersebut, antara pelaku, korban dan saksi berbincang-bincang hingga saksi tertidur.

Sekitar pukul 22.00 Wita saksi terbangun karena mendengar teriakan dari korban. Saat saksi membuka mata saksi melihat pelaku keluar dari dalam kamar dengan tergesa-gesa. Saksi juga melihat korban berdarah dibagian leher sebelah kanan.

Melihat hal tersebut saksi mengambil selimut lalu menutup/menekan leher korban yang berdarah dan saat itu saksi melihat ada sebilah pisau dapur diatas bantal yang juga berlumuran darah. Saksi kemudian membawa korban keluar dari dalam kamar dan berteriak minta tolong.

Mendengar teriakan saksi, seorang pemuda bernama Herman (saksi lainnya) segera mendatangi tempat kejadian. Selanjutnya korban dibawa oleh saksi Herman dengan menggunakan sepeda motor berboncengan 3 dengan saksi ke Puskesmas Kelurahan Baru.

Namun, oleh pihak Puskesmas korban disarankan untuk langsung ke RSUD luwuk. Setibanya di RSUD korban langsung diperiksa oleh petugas medis dan dinyatakan korban sudah meninggal dunia.

“Saat ini barang bukti dan pelaku telah diamankan di Mapolres Banggai guna proses selanjutnya,” tandas Kapolres.(dewi)

Bagikan :