Dengan Semangat Sinergitas, Ops Ketupat Tinombala 2019 Polda Sulteng Berlangsung Aman Dan Sukses

Bagikan :

PALU, SULAWESI TENGAH, mediapatriot.co.id_Operasi Ketupat tahun 2019 telah diselenggarakan secara serentak di seluruh Indonesia termasuk diwilayah hukun Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng). Operasi ketupat di Polda sulteng dengan sandi operasi “Operasi Ketupat Tinombala Tahun 2019” diselenggarakan selama 13 hari, mulai tanggal 29 Mei sampai dengan 10 Juni 2019.

Dalam operasi ini, Polda Sulteng telah melibatkan sebanyak 1.345 personel pengamanan gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, Pemda, serta stakeholders terkait dan elemen masyarakat lainnya di seluruh jajaran Polda Sulteng, dengan jumlah pos pengamanan sebanyak 59 lokasi dan pos pelayanan sebanyak 25 lokasi.

Hal ini diungkapkan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulteng, Brigjen Pol Drs Lukman Wahyu Hariyanto, M.Si, melalui Danrem 132/Tadulako, Kolonel Inf Agus Sasmita, Rabu (12/06), pada Apel Konsolidasi Ops Ketupat Tinombala 2019 dan Apel persiapan pengamanan dalam rangka sidang perselisihan hasil pemilihan umum (pemilu) yang digelar dihalaman Mapolda Sulteng.

Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi dalam pelaksanaan Ops Ketupat Tinombala 2019 dapat disimpulkan bahwa kasus laka lantas yang terjadi sebanyak 40 kasus, korban meninggal dunia 11 orang, luka berat 23 orang, luka ringan 34 orang dan kerugian materiil sebanyak Rp
144.400.000.

“Dibanding tahun 2018 telah terjadi sebanyak 72 kasus, yang berarti adanya penurunan sebanyak 32 kasus atau turun 44,44%,” ungkap Danrem.

Selain itu, pada kasus kriminalitas menonjol yang terjadi selama operasi sebanyak 24 kasus, yaitu curat 4 kasus, curanmor 6 kasus dan penganiayaan 14 kasus.

Dalam sambutannya Danrem 132/Tadulako, Kolonel Inf Agus Sasmita membacakan amanat Kapolda Sulteng, diantaranya keberhasilan Polda Sulteng beserta stakeholders dalam melaksanakan operasi dengan baik,aman dan lancar.

Danrem mengatakan selama pelaksanaan Ops Ketupat Tinombala 2019 telah dilakukan serangkaian kegiatan dan langkah-langkah. Langkah pertama menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan di seluruh provinsi Sulteng.

“Secara umum stabilitas harga pangan dapat terjaga dan tidak terjadi kelangkaan bahan pangan. Hal itu dapat diwujudkan berkat kerjasama dari semua instansi terkait, sehingga upaya penimbunan oleh kelompok kartel mafia pangan, maupun perilaku negatif lainnya yang mencoba menaikkan harga diatas harga yang ditetapkan, dapat diantisipasi dengan baik,” tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan, langkah kedua yang ditempuh dengan melakukan pengamanan dan kelancaran serta keselamatan arus mudik dan arus balik di wilayah provinsi Sulteng.

“Kapolda Sulteng telah memberikan penekanan kepada seluruh personel yang bertugas dilapangan, baik yang ada di pos pelayanan maupun pos pengamanan, agar benar-benar memberikan pelayanan, pengamanan dan pertolongan serta pemantauan secara cermat. Berbagai strategi bertindak yang telah ditetapkan dan telah diikuti dengan baik. Sehingga arus mudik dan arus balik dapat berjalan dengan baik diseluruh wilayah provinsi Sulteng,” paparnya.

Sementara itu, Danrem menyampaikan bahwa angkah ketiga yang ditempuh dengan menekan potensi bencana alam dan gangguan kamtibmas lainnya.

“Potensi bencana alam dan gangguan kamtibmas lainnya, seperti curat, curas, curanmor, pencurian rumah kosong dan begal, selama Ops Ketupat Tinombala 2019 berlangsung para kasatwil sudah mengambil langkah-langkah preventif maupun pre-emtif yang diperlukan sehingga bisa menekan potensi yang ada,” urainya.

Adapun penekanan kegiatan intelijen guna mengantisipasi ancaman tindak pidana teroris merupakan langkah keempat yang ditempuh.

“Guna mengantisipasi potensi aksi terorisme, penekankan kepada seluruh jajaran dilakukan Kapolda Sulteng untuk terus meningkatkan kegiatan deteksi intelijen, pengamanan tempat ibadah, pusat keramaian, Mako Polri, objek vital serta aspek keselamatan personel pengamanan lainnya yang tetap menjadi perhatian,” tuturnya.

Sedangkan terkait persiapan pengamanan sidang perselisihan hasil pemilu, lanjutnya, akan dimulai pada 14 juni 2019.

“Kapolda Sulteng berharap kepada kita semua yang sempat hadir pada saat ini untuk tetap solid dan bersinergi sehingga situasi kamtibmas di wilayah provinsi Sulteng tetap aman dan kondusif,” pungkasnya.

Apel Konsolidasi Ops Ketupat Tinombala 2019 dan Apel persiapan pengamanan dalam rangka sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) tahun 2019, yang dihadiri para pejabat utama Polda Sulteng, Muspida dan pimpinan stakeholders terkait serta seluruh personil yang terlibat, Danrem 132/Tadulako, Kolonel Inf Agus Sasmita dan Irwasda Polda Sulteng, Kombes Pol Drs. Aries Syarief Hidayat, MM, bertindak sebagai pimpinan apel.(adm/dewi/release)

Bagikan :