SAVEKAPOLRI, AKSI DAMAI DAN PENYERAHAN PIAGAM PENGHARGAAN

Bagikan :

Aksi Simbolik dari Presedium Rakyat Nusantara dan Penyerahan Piagam penghargaan dengan Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian, di Markas besar Kepolisian RI, Kegiatan ini dalam rangka mendukung

Kepolisian RI dengan tagar #SaveKapolri, untuk mengusut tuntas peristiwa 22 Mei dan menangkap Aktor Intelektual dibalik peristiwa kelam yang mengancam keselamatan Negara, Rabu (12/6/2019), di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, pukul 14.00wib-selesai.

Beberapa peristiwa yang terjadi di tanah air akhir-akhir ini membuat situasi keamanan dan ketertiban dalam negri mengalami turbulensi dan gesekan tajam mengarah kepada disharmoni bangsa. Persatuan dan kesatuan antar masyarakat pun ikut terkoyak ibarat benang kusut yang sulit dirajut kembali. Puncaknya peristiwa kerusuhan 22 Mei pasca pemilihan umum serentak hingga hari ini belum menunjukkan tanda-tanda akan ada itikad baik dari elit-elit politik untuk menciptakan suasana yang kondusif.

Hal ini tentu saja mengancam keselamatan negara yang dilakukan oleh oknum-oknum yang ingin menciptakan kekisruhan dan merongrong wibawa negara. Munculnya aksi kerusuhan dan desakan sejumlah ormas yang menuntut Kapolri mundur menandakan demokrasi diartikulasikan secara kebablasan oleh sejumlah oknum dan ormas menyebabkan situasi kemelut serius.

Menanggapi ini, Presedium Rakyat Nusantara, sebuah Aliansi yang terdiri dari berbagai latar belakang Organisasi menggelar aksi damai dengan tagar #SaveKapolri di Mabes Polri untuk mendukung Kepala Kepolisian RI dengan segenap perangkat korps Bhayangkara yang melekat untuk tidak tahu menindak tegas pelaku-pelaku kerusuhan yang ingin menciptakan ketakutan, intimidasi maupun teror psikologi.

Presedium Rakyat Nusantara, bermaksud siap mendukung korps Bhayangkara agar bekerja sesuai motto promoter (profesional, modern, dan terpercaya), untuk dapat menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat demi kemajuan bangsa.
Presedium Rakyat Nusantara menaruh harapan besar kepada Polri untuk segera membongkar aktor-aktor intelektual dibalik 22 Mei secara terang benderang agar tidak menjadi sejarah kelam negri ini.

Presedium Rakyat Nusantara, sebagai organisasi sipil society berharap polri bertindak tegas kepada kaum kaum radikal yang dengan sengaja ingin menyeret Indonesia kedalam Medan konflik.

Presedium Rakyat Nusantara terdiri dari puluhan Organisasi bernuansa etnis daerah, melaksanakan aksi Simbolik di Mabes Polri dan menyerukan kepada silent majority dan anak bangsa yang cinta pada Pancasila untuk terus bersuara nyaring diruang ruang terbuka maupun minibar-mimbar serta bergerak secara masif diberbagai platform agar tetap berikrar setia pada UU 45, Pancasila, Bhinneka tunggal Ika dan NKRI, sebab dengan empat pilar ini Indonesia akan terus tegak berdiri dan berjaya dimasa depan.

Presidium Rakyat Nusantara antara lain Organisasi ;
Bentara (Benteng Merdeka Nusantara), AWJ ( Aliansi Warga Jakarta), Persada Indonesia, Srikandi Nusantara, Barata NKRI, JPKP, Laskar Nusantara, GAM Indenpendet, Gerbang (Gerakan Kebangsaan),LPN (Laskar Pelangi Bangsa, AKUI (Anak Kandung Indonesia), AMPB (Aliansi Masyarakat Perduli Bangsa), Kordinator Presedium Rakyat Nusantara Marlin bato dan Maret Samuel Sueken Sekretaris PRN.

Dalam aksi #SAVEKAPOLRI Presedium Rakyat Nusantara Mengirimkan Karangan bunga dan PIagam penghargaan serta menyerahkan file Data Petisi #SAVEKAPOLRI yang berjumlah 5222 sampai tanggal 10 Juni terhitung dari Tanggal 2 Juni yang diterima oleh Humas Kombes pol.Sugeng Hadi Sutrisno dengan Para ketua Ketua Organisasi yang tergabung Presedium Rakyat Nusantara, dan tidak lupa membacakan Pernyataan sikap dari PRN yang dibacakan oleh Cary grant Ketua Laskar Nusantara.(Ine)

Bagikan :